"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Kamis, 16 Februari 2012

Human Interest

Ok, apa itu Human Interest??
Berkaitan dengan fotografi, Human Interest kurang lebih bisa diartikan sebagai foto yang obyek utamanya adalah manusia, baik secara individu maupun kelompok dengan segala interaksi dan aktivitasnya, biasanya ditujukan untuk menampilkan mood atau emosional dari obyek yang bersangkutan. Bingung?? Ya maklum, saya menjabarkan memang sedikit ngawur monyet.

Beberapa contohnya [mungkin] seperti ini :



Nah, [kira-kira] seperti itu contohnya. Tapi mungkin salah ya?? Ah, entahlah. Pada dasarnya saya sendiri suka memotret hal-hal seperti di atas [red, Human Interest]. Biasanya hal ini dilakukan secara candid, walaupun ada beberapa juga yang menerapkan dengan konsep. Akan tetapi di konsep pun, nggak sampai seperti kita motret potrait model gitu, jadi tetep lebih mengedepankan aktivitas dan emosional obyek secara natural. [Lagi-lagi ngawur] menjulurkan lidah.

Kalau anda juga tertarik dengan Human Interest, anda bisa bergabung di group facebook pecinta Human Interest, namanya HIPI [Human Interest Photography Indonesia], di situ anda bakal disuguhi hasil jepretan para master Human Interest, yang hasilnya sangat ciamik.

Sekian dari saya dan salam jepret tersenyum lebar.

share on facebook

Jumat, 10 Februari 2012

Jepret

Baik, tibalah kita pada saat yang berbahagia [mulai ngawur] menjulurkan lidah.
Seperti yang sudah saya janjikan pada postingan yang dulu, kali ini saya akan mengulas tentang kamera DSLR yang baru saya miliki. Sebuah kamera jadul tapi cukup membuat saya senang. Kenapa jadul?? Ya karena sudah nggak diproduksi lagi sama produsennya tertawa. OK, kamera yang baru saya miliki adalah Canon EOS 400D. Menurut penelusuran di google, kamera ini adalah generasi penerus dari EOS 350D. Kamera ini ditujukan buat sarana pembelajaran di bidang fotografi bagi pemula seperti saya.
November 2011, saat saya akan membelinya, si penjual mematok harga Rp. 3.500.000; pas nggak boleh nego. Sebelum beli, tentunya saya searching dulu di google, berapa sih sebenarnya harga pasaran Canon EOS 400D second. Ternyata dari hasil penelusuran muncul beraneka ragam harga, mulai Rp. 3,2 jt, Rp. 3,3 jt, sampai Rp. 3,6 jt. Saya pikir yah mungkin harga Rp. 3,5 jt memang pantas lah. Kemudian tibalah saya pada saat yang berbahagia [halah], saya langsung ketemuan dengan penjualnya atau istilah dagang sekarang COD. Saya cek itu barang, kondisinya masih bagus, semuanya masih berfungsi dengan normal. Hanya saja di pojok atas hasil jepretan selalu terdapat semacam noda. Saya sempat berpikir, wah kemungkinan jamur nih. Penjual juga mengatakan bahwa kamera jarang sekali digunakan dan selalu tersimpan dalam tas dan diletakkan di dalam lemari, hal ini semakin menguatkan dugaan saya, bahwa noda pada hasil jepretan adalah jamur... damn...!!
Canon EOS 400D plus lensa kit 18-55 mm, lengkap dengan baterai, compact flash (memori) 4 gb, kabel data, charger, dan tas yang semula dibandrol Rp. 3,5 jt saya coba tawar Rp. 3 jt. Tawar menawar berlangsung cukup alot. Si penjual bersikukuh bahwa kondisi kamera masih bagus dan memang sedang membutuhkan dana sebanyak Rp. 3,5 jt, tidak kurang tidak lebih. Sementara saya juga bersikukuh bahwa jamur yang ada di dalam bodi kamera menjadi nilai minus. Akhirnya si penjual merelakan lensa fix 50 mm plus filter UV yang semula akan dijual terpisah, terpaksa diikut sertakan sebagai bonus setan. Saya pun menyetujuinya. Deal, done...!! Canon EOS 400D plus lensa kit 18-55 mm, lengkap dengan baterai, compact flash (memori) 4 gb, kabel data, charger, tas, serta bonus lensa fix 50 mm plus filter UV nya akhirnya saya beli.
Saat itu rasanya senang riang gembira, karena sebuah kamera DSLR yang sudah lama saya idam-idamkan akhirnya jatuh dipelukan pipi memerah. Biar kata barang bekas dan tipe jadul, tapi tetep i love you full.
Menurut google spesifikasi EOS 400D ini adalah : Resolusi Maksimum 3888 x 2592, ISO = Auto (100-400), 100-1600, Jenis sensor = CMOS (22.2 x 14.8 mm), Processor = Digic II, Media Compact Flash Type I or II (Microdrive Supported), Shutter Speed = 1/4000 detik sampai 30 detik, Blub, Auto Focus dan Manual Focus, LCD 2.5" ( 230,000 Pixels TFT), Hotshoe, Build in Flash (Pop-up), Plug-and-play USB Interface, Video Out, Battery Lithium-Ion NB-2LH, E3 type wired remote control, Supports Exif 2.2, Ukuran : 5.0 x 3.7 x 2.5 in, Berat : 514g tanpa battery & memory.

Beberapa hasil jepretan awal :

Judulnya : Sisa Hujan.
Deskripsi : Ini adalah sisa air hujan yang masih menempel di kawat jemuran menjulurkan lidah. Diambil sore hari sesaat setelah hujan reda.
Data Exif : Canon EOS 400D DIGITAL, Shutter Speed : 1/60 sec., Lens Aperture : F/5,6, Focal Length : 55 mm, ISO Speed : ISO-400, Creation Software : Adobe Photoshop CS Windows.

Judulnya : Gelas Kampungan.
Deskripsi : Coba-coba untuk mengaburkan obyek di depan (rokok dan korek) serta fokus kepada obyek yang ada di belakang (si mug Slank Kampungan). Trus rubah warna menjadi sedikit sephia lewat PS tersenyum lebar.
Data Exif : Canon EOS 400D DIGITAL, Shutter Speed : 1/100 sec., Lens Aperture : F/5,6, Focal Length : 55 mm, ISO Speed : ISO-100, Creation Software : Adobe Photoshop CS Windows.

Judulnya : Debur Ombak.
Deskripsi : Diambil saat refreshing ke Pantai Papuma Jember. Ngilangin jenuh sekalian mencoba kamera yang baru di dapat.
Data Exif : Canon EOS 400D DIGITAL, Shutter Speed : 1/800 sec., Lens Aperture : F/10, Focal Length : 18 mm, ISO Speed : ISO-400, Creation Software : Adobe Photoshop CS Windows.

Judulnya : Mari Mengaji.
Deskripsi : Iseng-iseng pas listrik padam, coba jepret candle light. Jadi ini jepretnya pake' mode flash off, seingat saya ini pake' lensa fix 50 mm. Jadi untuk ngepaskan obyek yang akan di jepret harus orangnya sendiri yang maju mundur tersenyum lebar.
Data Exif : Canon EOS 400D DIGITAL, Shutter Speed : 1/15 sec., Lens Aperture : F/1,8, Focal Length : 50 mm, ISO Speed : ISO-400, Creation Software : Adobe Photoshop CS Windows

Semua gambar di atas sudah saya kecilkan ukurannya, karena kalo' dibiarkan sesuai aslinya takut loadingnya lama. Maklum internetnya belum bisa secepat kaya' di negara Jepang [sok tau... padahal ke Jepang aja belum pernah menjulurkan lidah].

Jadi demikianlah ulasan mengenai kamera baru saya... eh, maksudnya kamera second yang baru saya miliki. Mohon maaf kalo' hasil jepretannya masih ancur-ancuran, maklumlah masih cupu dan masih belajar. Bagi anda yang kebetulan melihat artikel plus foto-foto di atas, dan anda adalah seorang forografer yang profesional, saya sangat berharap bisa berguru kepada anda. Terima kasih hebat.

share on facebook

Rabu, 01 Februari 2012

Ijinkan Saya Beralasan

Akhirnya... saya hadir kembali peluk erat
Setelah sekian lamanya kita berpisah, akhirnya kini saya bisa corat-coret lagi di blog tersayang, Coretan Cahbiroe. Apa kabarnya? Saya berharap para pembaca [kalau pun ada yang membaca] senantiasa dalam keadaan sehat wal 'afiat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, serta dijauhkan dari bisikan syetan yang terkutuk. Kabar saya alhamdulillah baik-baik saja.
"Kemana saja saya selama ini??" Pasti begitu benak anda bertanya [ngarang... nggak ada yang nanya' juga]. Saya nggak kemana-mana kok menaikkan alis. "Lalu kenapa blog ini lama tidak dikunjungi dan lama tidak ada postingan baru??" Begitulah lanjutan pertanyaan anda [bohong... siapa juga yang nanya']. Nah, sesuai dengan judul yang tertera di atas, maka dalam kesempatan kali ini, ijinkan saya memberi alasan, mengapa kurang lebih 97 hari lamanya saya tidak pernah menulis dan corat-coret di blog ini.

Jadi begitulah alasan saya... [lho... belum saya jelaskan ding... sorry berguling di lantai]
Yah, selama kurang lebih tiga bulan saya memang nggak pernah corat-coret lagi. Jujur saja saat itu saya sangat sibuk, dan lebih jujur lagi hal itu lebih dikarenakan saya MALAS waduh!. Entahlah kenapa saya bisa malas menulis. Uneg-uneg yang ada di hati dan pikiran seakan-akan nggak bisa tertuang dan tersumbat begitu saja saat jari-jari saya menyentuh keyboard [halah, lebay]. Padahal jari-jari saya masih normal dan keyboard pun masih berfungsi dengan baik. Lalu kenapa bisa begitu?? Ah... entahlah saya malu untuk mengatakannya [haiyah]. Baiklah inti dari permasalahannya saya kira sudah jelas, saya tidak pernah nge-blog karena faktor MALAS. Saya harap anda sekalian mengerti akan keadaan saya pada waktu itu [cuk... lebay], dan saya harap anda sekalian tidak protes atas apa yang telah saya lakukan [super lebay]. Monyet... kenapa sekarang saya jadi lebay ya?? monyet.

Selama kurang lebih tiga bulan lamanya, banyak kisah kasih di sekolah [aw... kok malah jadi judul lagu], maksudnya banyak kisah klasik untuk masa depan [buseet, judul lagu lagi]. Maksud saya banyak kisah-kisah yang saya alami. Suka duka, senang sedih, tawa tangis, atas bawah, kiri kanan, maju mundur, depan belakang [malah belajar pelajaran Bahasa Indonesia nih hi..hi..hi]. Baik saya akan coba untuk flashback mengenang perjalanan hidup selama 3 bulan lalu yang tidak sempat saya tuangkan dalam blog ini. Ada kisah apa saja? Check this out...!!

Oktober 2011
Apa ya... kok saya malah jadi lupa berguling di lantai.
Oh iya, nganu alhamdulillah di bulan ini saya lumayan banyak dapat order pesanan komputer dan printer, walau pada suatu ketika saya merugi, masa' printer harga Rp. 600.000; saya jual Rp. 400.000;. Yah namanya dagang sekali-kali pasti akan merasakan rugi, iya nggak Man?? [pertanyaan ini saya tujukan kepada Paiman, Sugiman, dan -man, -man yang lainnya]. That's all, saya rasa nggak ada hal yang sangat spesial di bulan ini yang perlu saya sampaikan kepada anda semua.

November 2011
Ehem, di bulan ini saya berulang tahun pesta. Genap 27 tahun usia saya [Duh Gusti, tua banget yak... belum menikah pula... kasihan... eh, kok malah curhat]. Alhamdulillah di bulan ini saya juga bisa mendapatkan apa yang selama ini saya idam-idamkan. Apakah itu?? Horee... saya akhirnya punya kamera DSLR metal!!. Kameranya sih nggak terlalu istimewa, jenis jadul barang second pula. Tapi apalah arti itu semua, yang penting saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan, dengan sangat susah payah tersenyum lebar.
Canon EOS 400D seharga Rp. 3.500.000; dimana untuk membeli itu saya harus merelakan seluruh tabungan saya, ditambah pinjam di bank [tentunya] berguling di lantai. Yah, untuk sebuah kamera idaman akhirnya pontang-panting sendiri membayar angsuran Rp. 21.000;/hari selama 50 hari. Nggak apa-apa, akhirnya saya bisa bergaya menjadi seorang fotografer, walau pada dasarnya saya sangat cupu di bidang ini. Lha megang kamera DSLR aja baru ini, jadi wajar dong kalau hasil jepretannya masih amburadul [ngeles... goblok mah goblok aja ya]. Di luar itu semua yang terpenting menurut saya, mengapa kamera adalah sesuatu yang sangat saya inginkan?? Karena saya berfikir waktu tidak pernah kembali, sehingga momen-momen yang ada layak untuk di dokumentasikan. Betul nggak?? tersenyum lebar.
Saya sempatkan jalan-jalan ke Pantai Papuma Jember, cuci mata sekalian mencoba kemampuan kamera baru [maksudnya kamera second, dan baru saya miliki]. Untuk penjelasan kamera yang saya punyai dan beberapa contoh hasil jepretannya akan saya ulas di postingan tersendiri.

Desember 2011
Setiap hari selalu dihiasi oleh hujan. Bulan yang cukup sibuk bagi saya. Alumni-alumni PMR jaman SMA dulu berencana akan mengadakan acara Reuni Akbar yang akan digelar pada tanggal 01 Januari 2012. Dan saya menjadi salah satu panitianya, sebagai informasi [yang nggak penting] dulu jaman SMA saya adalah Ketua Umum Ekstrakurikuler PMR di SMA Negeri 4 Jember keren. Sebagai panitia, tugas saya sebenarnya nggak jelas juga tertawa. Saya bertugas menyiapkan segala bentuk spanduk dan banner, saya membuat proposal untuk sponsor, saya membuat eblek untuk tanda panitia, saya membuat stiker dan desain untuk souvenir peserta reuni, saya menyiapkan vandel dan kenang-kenangan untuk para tamu undangan, dan pada hari H, saya juga menjadi tukang foto. Mantap jaya pol-polan.
Biasanya setiap tanggal 25 Desember, saya selalu berusaha menyempatkan diri main ke Potlot [markas Slank] bersama beberapa teman Slankers dari Sidoarjo dan Malang, akan tetapi khusus untuk bulan Desember tahun ini, rencana itu harus saya coret. Ya, karena kesibukan sebagai panitia acara Reuni Akbar PMR itu tadi. Acara ini baru pertama kali di gelar, dan ternyata cukup susah menginformasikan dan mengumpulkan alumni PMR dari tahun 1989 sampai 2009 yang jumlahnya kurang lebih 200 orang dan tersebar hampir di seluruh Indonesia [mulai lebay deh...].

Januari 2012
Selamat tahun baru pesta.
Malam tahun baru hujan. Saya sibuk menjadi seksi dekorasi di SMA Negeri 4 Jember untuk persiapan acara Reuni Akbar PMR tanggal 01 Januari 2012. Pulang jam 01.00 WIB, istirahat, besok paginya langsung berangkat ke acara reuni. Dengan berbekal Canon EOS 400D, jepret sana-sini. Temu kangen bersama teman-teman seperjuangan dulu. Alhamdulillah acara berjalan sukses walau tenda sempat sedikit bocor karena cuaca hujan.
Acara Reuni Akbar sudah selesai, giliran tugas yang lain menunggu. Ketikan menumpuk, 2 CPU dan 3 laptop telah terhidang dan menunggu giliran untuk dikerjakan. Pesanan komputer lagi-lagi cukup banyak. Wira-wiri ke kota buat nyari perlengkapan komputer, beberapa kali diguyur hujan. Dan akhirnya tepar... badan drop dan harus istirahat. Beberapa hari istirahat dan memutuskan pijit plus kerokan, akhirnya kondisi badan mulai membaik sampai sekarang.
Ngomong-ngomong soal kerokan, saya sebenarnya orang yang kurang menyukai kegiatan kerokan. Sebenarnya sih khasiat dari kerokan memang terbukti tokcer, setelah di kerok badan langsung enteng dan masuk angin langsung lewat. Tapi masalahnya badan saya kan tinggal tulang gini, you know lah rasanya sakit banget kalo' pas lagi di kerok... gila, bener-bener terasa menyiksa, Man [lagi-lagi saya bicara kepada Paiman dan konco-konconya]. Saat uang logam kuno mulai digosok-gosokkan ke badan, beuh... benar-benar menderita. Andai kata saya tega melaporkan ke Komnas HAM dengan bukti badan yang cemang-cemong penuh goresan merah bekas kerokan, saya yakin pasti Si Tukang Keroknya bakal ditanggap polisi tertawa. Ah... udahlah dibalik 'penyiksaan' oleh Si Tukang Kerok, alhamdulillah badan saya sudah baikan lagi sekarang, dan kenapa juga saya malah membahas kerokan?? Bodo ah... udah terlanjur ditulis juga, males mau menghapus... ngabis-ngabisin tipe-x menaikkan alis.

Ok... begitulah kira-kira alasan yang dapat saya kemukakan, semoga anda memaklumi apa yang telah terjadi. Tulisan ini saya tulis dengan sebenarnya dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Semoga bermanfaat serta hendaknya bisa diperguanakan sebagaimana mestinya.
Salam blogger dan salam jepret [ceilee...] senang.

share on facebook

Sabtu, 17 September 2011

Ingin Jadi Koboi

Lucky Luke, born to ride
With a six gun by his side
Lucky Luke, here's to you
Do do do do do do

Masih ingatkah dengan penggalan lirik lagu di atas??

Yap bagi generasi jadul, mungkin ada yang lupa-lupa ingat. Penggalan lirik di atas saya comot dari lagu 'Lucky Luke Rides Again' yang dinyanyikan oleh Roger Miller. Lagu ini menjadi Original Soundtrack film seri Lucky Luke yang dulu sempat di putar di TVRI pada tahun 90-an. Film seri Lucky Luke yang dibintangi oleh Terence Hill ini berkisah tentang seorang koboi hebat [gimana nggak hebat, konon diceritakan bahwa Lucky Luke ini mampu menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri] nan baik hati yang gemar menolong dan berjuang membasmi kejahatan. Berpetualang bersama kudanya yang pintar, Si Jolly Jumper, Lucky Luke rides again...!!

Saya ingin jadi koboi...!! koboi
Gara-gara keseringan nonton film koboi nih, sampai terobsesi jadi koboi berguling di lantai. Awalnya saya nonton film 'Young Gun 1 & 2', film lawas yang bercerita tentang bandit legendaris 'Billy The Kid'. Nah dari situ saya pun ketagihan nonton film-film koboi yang berlatar era American Old West. Beberapa film koboi yang sudah saya tonton antara lain : 'The Unforgiven', 'The Good, The Bad, The Ugly', 'Tombstone', dan '3:10 To Yuma'. Sebenarnya masih banyak banget film-film yang belum saya tonton, ini juga masih nyari hi..hi..hi. Nah disela-sela berburu hal yang berkaitan dengan koboi, mulai dari film, gambar, sampai lagu berirama Country, eh datang temen saya dari Jakarta sambil membawa file film seri koboi 'The Magnificent Seven'. Makin mantaf dah... Thanks bro...!!

Kenapa suka koboi??
Alasannya simpel aja. Karena terlihat KEREN...!! koboi Pakai baju lengan panjang lengkap dengan rompi, bercelana jeans, pakai topi koboi sebagai ciri khasnya, tenteng pistol, sambil berkendara kuda... Yihaaa... siap membasmi bandit-bandit jahat tertawa.
Hehe... nggak juga sih. Jadi sebenarnya gini, dibalik ciri negatif yang dimiliki koboi, yang katanya suka mabok lah, suka mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kotor lah. Ada juga sisi positif yang patut dicontoh dari seorang koboi.
Pertama, koboi tuh rasa persaudaraanya kuat banget. Di salah satu episode film seri ' The Magnificent Seven' diceritakan bagaimana temen-temen Chris Larabee berjuang mati-matian menyelamatkannya dari penjara kejam yang dipimpin oleh seorang Sheriff korup nan bengis yang sedang berkuasa. Kalau nggak punya rasa solidaritas tinggi, ngapain juga temen-temen Chris rela bertaruh nyawa demi nylametin dia, iya kan??
Kedua, koboi adalah seorang petualang dan survivor handal. Selama melakukan perjalanan bersama kudanya, kalau pas kemaleman di jalan, si koboi bakal tidur dengan beratapkan langit dan alas sederhana. Makan dari hasil buruan [semisal kelinci atau burung], kemudian dibakar tanpa bumbu apapun... langsung lheb... makan dah. Coba kalau koboi nggak berjiwa survivor, tidur selonjoran di atas tanah pasti masuk angin, makan daging bakar ala kadarnya pasti perutnya mules haha.
Ketiga, koboi itu sportif alias fairplay. Mungkin anda pernah nonton di film-film, dimana saat terjadi permasalahan antara dua orang koboi dan nggak berhasil diselesaikan secara damai, akhirnya mereka memilih untuk beradu tembak. Biasanya dilakukan jam dua belas siang di depan bar. Kedua koboi berjalan beberapa langkah dan saling membelakangi. Kemudian saling berbalik, dan doorrr...!! Done, permasalahan selesai. Yang kalah cepat menarik pelatuk pistol akan mati. Teman-teman si kalah, secara jantan harus menerima kekalahan. Pantang untuk berdalih 'saya nggak terima' yang kemudian berusaha untuk tawuran.
Keempat, koboi memiliki berbagai macam skill yang patut diacungi jempol. Lihai bermain pistol, artinya dalam menembak harus cepat dan tepat. Mahir bermain lasso atau rodeo. Jago menunggang kuda. Terbiasa menggembalakan ternak, dan terakhir... mampu menyulut rokok dengan hanya memakai sebatang pentol korek yang digesekkan ke spurs sepatunya hi..hi..hi.

Woah... nggak usah terlalu menanggapi secara serius kelebihan-kelebihan koboi yang saya paparkan di atas. Pemaparan tersebut hanya opini santai dari saya yang saya rangkum seadanya dari film-film yang sudah saya tonton. Kebenarannya patut diragukan, karena saya sendiri nggak pernah hidup di jaman American Old West, jadi nggak paham betul bagaimana kehidupan koboi yang sesungguhnya. Baiklah, biar lebih santai akan saya ceritakan sebuah kisah koboi dari Texas. Ceritanya sebagai berikut :

Pada suatu siang yang terik datanglah seorang koboi dari Texas di kota Kansas. Setelah memarkirkan kudanya di depan bar, masuklah koboi tersebut ke dalam bar untuk melepas dahaga. Setelah menenggak beberapa gelas bir, koboi tersebut keluar dengan maksud ingin melanjutkan perjalanannya. Sampai di luar betapa terkejutnya dia saat mengetahui kudanya hilang.
Dia kembali masuk ke dalam bar dan mulai berteriak : "Siapa yang telah mencuri kuda saya??!!" Semua yang ada di dalam bar diam dan seolah-olah tidak mendengar apa yang dia katakan.
"Sekali lagi saya tanya, siapa yang mencuri kuda saya??!!"
"Baiklah, saya akan minum satu gelas bir lagi. Begitu satu gelas bir habis saya minum, dan ternyata kuda saya belum kembali ke tempatnya, awas...!! Jangan sampai saya mengulang apa yang dulu pernah saya lakukan di Texas...!!", kata koboi itu dengan lantang.
Suasana bar hening. Bartender mulai gelisah. Beberapa orang pengunjung mulai berdiri dan berlari keluar bar dengan ketakutan.
Si koboi mulai minum birnya hingga habis. Kemudian mulai melangkah keluar bar. Jreng... ternyata kudanya sudah kembali seperti sedia kala.
"Pak koboi, kuda anda sudah kembali. Syukurlah tidak sampai terjadi tembak-menembak dan pertumpahan darah. Maafkan kelancangan dan ketidak ramahan kota kami ya", kata bartender.
"Ya sudah, saya harap hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi", jawab koboi.
"Emmm... maaf pak koboi, kalau saya boleh tahu, apa yang anda lakukan saat kuda anda hilang di Texas dulu?", tanya bartender.
Koboi pun menjawab, "Saya pulang jalan kaki...!!" sedih.

Howdy, cowboys... let's rides again...!!

share on facebook

Sabtu, 10 September 2011

Nonton Pas Band

Finally saya bisa melihat langsung penampilan live dari Pas Band. Band asal Bandung yang saat ini digawangi oleh Yuke (Vokal), Bengbeng (Gitar), Trisno (Bass), dan Sandy (Drum) tampil di Jember dalam rangka Surya ProMild Tour 2011. Acara konser sendiri di gelar di Stadion Universitas Jember, pada hari Sabtu 10 September 2011. Selain Pas Band, tampil pula Five Minutes, dan K2 Reggae (Band Lokal Jember).

Acara konser dimulai kurang lebih pada jam 20.00 WIB, dibuka dengan penampilan dari K2 Reggae yang menyuguhkan lagu berirama reggae. Setengah jam kemudian penonton yang sebagian besar adalah kalangan ABG, khususon kaum hawa, dibuat mabuk kepayang [halah lebay] oleh penampilan Five Minutes. Honestly saya nggak begitu paham dengan lagu-lagu yang dibawakan Five Minutes saat itu [katrok banget deh saya]. Sebenarnya sih saya tahu Five Minutes, tapi Five Minutes yang saya kenal adalah Five Minutes saat formasi awal [sekitar tahun 90-an], setelah sekian lama vakum dan band ini muncul dengan formasi dan lagu-lagu baru, saya sudah nggak mengikutinya lagi.

Setelah penampilan dahsyat Five Minutes usai, tampillah Pas Band. Yeah... salah satu band yang saya idolakan dan sangat ingin saya tonton penampilan live nya. Dulu pas jaman kuliah dan masih aktif nge-band, saya dan teman-teman sering membawakan lagu-lagu dari Pas Band. Lirik yang idealis, irama rock dengan sedikit bumbu punk yang cukup menghentak menjadi alasan kami untuk membawakan lagu-lagu Pas Band saat itu.
Back to stage... penonton konser mulai berkurang. Penonton yang umumnya hanya ingin melihat penampilan Five Minutes, dan kurang begitu familiar dengan Pas Band satu persatu mulai meninggalkan arena konser. Beda dengan saya, saat Five Minutes tampil, saya hanya duduk dan ngobrol dengan teman saya sambil menikmati rokok dan kopi. Begitu Pas Band tampil saya pun berdiri, agar bisa melihat dengan jelas penampilan live mereka. Sebenarnya sih nggak bisa melihat dengan jelas banget, karena posisi saya berada di belakang, agak jauh dari panggung. Entah mengapa, untuk saat ini tiap nonton konser saya memilih untuk melihat agak jauh dari panggung, nggak seperti jaman kuliah dulu yang selalu jejingkrakan di barisan depan panggung... Faktor usia kali yah hahaha...

Sejuta Harapan, Impresi, Kumerindu, Yobeagger, Aku, Kesepian Kita, adalah beberapa lagu [yang saya ingat] yang dibawakan oleh Pas Band. Lagu Jengah menandai akhir dari penampilan Pas Band disusul dengan pesta kembang api. Sempat beberapa kali terjadi trouble pada peralatan saat Pas Band manggung, selain itu crowd dari penonton yang kurang [karena saya lihat penonton yang tahu lagu-lagu Pas Band sangat sangat sedikit] semakin menambah penampilan Pas Band kurang maksimal. Saat tampil membawakan lagu, sempat juga terjadi miss communication antar personel Pas Band. Dulu saya pernah lihat video penampilan Pas Band kolaborasi dengan SLANK yang juga sempat terjadi miss communication. Entah kurang latihan atau memang gaya panggung Pas Band yang terkesan flow like a river di atas panggung hingga miss communication antar personel bukan menjadi suatu hal yang perlu dipermasalahkan, saya sendiri pun nggak tahu.
Malam itu Five Minutes mungkin memang layak menjadi bintang panggung, tapi bagi saya pribadi, Pas Band tetap numero uno, saya cukup puas bisa menonton penampilan Pas Band secara live.

share on facebook