"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Showing posts with label Informasi. Show all posts
Showing posts with label Informasi. Show all posts

Wednesday, 24 April 2013

Karena Wanita (Sedikit Susah) Untuk Dimengerti



Sabar-sabar, mungkin judul postingan ini sedikit mengandung rasa kontroversial bagi yang membacanya, terutama buat Sista-sista sekalian. Nggak ada maksud untuk menyudutkan salah satu pihak yang terkait, dalam hal ini pihak cewek atau pun pihak cowok. Inti dari postingan ini hanyalah sebuah pengalaman pribadi saya saat menjalin hubungan dengan beberapa sosok cewek dalam rangka berpacaran. 

Nah, saat berpacaran itu terkadang ada hal-hal yang membuat saya mangkel, sebel, nggregetno, dan kalau diingat-ingat ya lucu juga hahaha. Hal-hal itu muncul disebabkan karena ulah sosok si cewek yang terkadang memang sedikit susah untuk dimengerti.
Cukup basa-basinya, biar mudah mencerna apa yang saya maksud, langsung saja silahkan baca beberapa ilustrasi di bawah ini :

Pemeran :
A : Aku (Cowok)
C : Cewek

Kamu Selingkuh Ya??!!
(Ceritanya si Cewek telepon saya nih).
C : Hallo... Dimana?!
C : Kok sms ku semalem nggak dibales?! (Langsung tanya membabi buta).
A : Iya, hallo juga. Ini di warnet, belum sempat bales karena masih sibuk, Ay.
C : Pagi juga nggak sempat bales sms?! 
C : Tadi pagi Pas aku telepon juga nadanya sibuk.
C : Kamu selingkuh ya??!! Lagi teleponan sama siapa tadi pagi?!
A : Pagi tadi masih tidur, bangun tidur langsung ke warnet nyelesein tugas, Ay.
A : Aku nggak telepon siapa-siapa kok, orang lagi tidur. (Tetep kalem).
C : Lah, terus kok nadanya pas ditelpon sibuk gitu?!
A : Ya, mana aku tau. Sinyalnya kali bermasalah. 
A : Tanya sama operator aja hehehe. (Coba mencairkan suasana).
C : Tau ah... Lagi ngapain sekarang?!
A : Baru selesai ngetik makalahnya orang.
C : Hah?! Apa?! Gak jelas.
A : Baru selesai ngetik makalahnya orang. (Sedikit teriak, biar jelas).
C : Kok jawabnya ketus gitu pake' teriak-teriak?! 
C : Yaudah deh, Assalamu'alaikum...!! 
A : Lah... Wa'alaikumsalam (Geleng-geleng kepala). 
(Busyeet. Tadi pelan katanya nggak denger. Suaranya dikerasin sedikit katanya ketus. Masih anget ini... Baru kejadian tadi pagi).

Dongeng Gagal...!!
(Komunikasi chat lewat Yahoo! Messenger)
(Udah lama ngobrol santai dan enak, hingga akhirnya sampailah kita di saat yang berbahagia *ngik. Check this out..!!).
C : Mas, sekarang kok kurang perhatian sih?
A : Iya, maaf. Kan udah dijelasin kalo' lagi banyak kerjaan. 
A : Jadinya ya sedikit sibuk.
C : Udah nggak sayang ya sama aku?
A : (Udah mulai mencium aroma kurang sedap) 
A : Masih sayang kok, ya maaf, Ay, kan lagi sibuk.
A : Belom ngantuk nih, udah malem gini? 
A : Besok kan kerja (Coba ngasih perhatian).
C : Gak bisa tidur.
A : Kenapa? Aku dongengin yah biar bisa bobo' hehehe.
(Masih mencoba ngasih perhatian + rayuan).
C : Males... << (Gitu amat jawabannya yah).
A : Owh, yaudah kalo' males (Coba untuk sabar).
A : (Lamaaa nggak ada balesan) Sayang...??
(Tetep nggak ada balesan).
(Pagi hari sms, "Maaf, mas semalem ketiduran". Nah lho uaaseem... Katanya nggak bisa tidur, pas coba dikasih perhatian, nyatanya malah ditinggal tidur).

Yang Lapar Kan Aku??!
(Di telepon sama Ayang *tsaaah).
C : Mas, lagi dimana? Benerin komputernya orang udah selesai belum?
A : Iya udah, selesai. Ini udah mau pulang kok.
C : Mampir ke rumah dulu yah?
A : Iya deh. Aku mau beli mie goreng dulu, soalnya laper.
C : Dibungkus aja, makan dirumahku aja.
A : Iya deh. Kamu mau nitip dibungkusin mie goreng juga, nggak?
C : Gak, aku udah makan tadi. Masih kenyang.
A : Ok deh.
(Sampai di rumah si cewek, ngobrol-ngobrol. Mulai deh makan mie goreng, laper bro... Baru makan beberapa sendok).
C : Enak, Mas, mie gorengnya?
A : Yo enak. Lha wong aku lapar hehehe.
C : Nyicip dikit boleh?
A : Boleh (sambil nyodorin piring mie goreng).
C : Hehehe, enak yah mie gorengnya.
C : Masnya kok gak ikut makan, ini...
A : (Lihat piring mie goreng tinggal sedikit). Udah kenyang, habisin aja gih.
C : Hehehe... Makasih yah, Mas.
A : He'em.
(Untung pacar sendiri. Kalau orang lain wes tak ulek-ulek kamu. Sudah ditawarin mau bungkus apa nggak, jawabnya nggak. Lha ternyata...)

Malam Minggu Kelabu
(Diawali dengan percakapan lewat telepon).
C : Mas, malem mingguan kemana?
A : Dirumah aja, males mau keluar, Ay. Paling maen game aja di rumah.
C : Maen kerumah dong. Ya... ya... ya? (Manja dan memelas).
A : (Karena nggak tega). Yawes, habis Maghrib nanti tak dolan kesana.
(Habis Maghrib berangkat ke rumah do'i. Perjalanan dengan motor kurang lebih 20 menit.
(Tinggal 5 menit lagi sampai di rumah do'i. Tiba-tiba HP berbunyi, ada telepon dari do'i)
C : Mas, gak usah maen ke rumah gak apa-apa deh. 
C : Lanjutin maen game aja di rumah gak apa-apa.
C : Di rumah lagi ada temen-temenku. 
C : Ini lagi pengen curhat-curhatan di kamar hehehe.
C : Udah dulu ya, Mas. I love you. Assalamu'alaikum.
A : Wa'alaikumsalam (Mbatin cuuuk...nggapleki).

Pulang atau Kemana?!
(Hari Minggu, sehabis menghadiri acara pernikahan teman. Motor mulai berjalan pelan-pelan).
A : Mau lanjut kemana nih? Mumpung bisa jalan-jalan keluar.
C : Terserah Mas aja.
A : Mbok ojo terserah tho. Pengennya kemana?
C : Kemana ya? Mmmm... terserah wes.
A : Kalo' terserah, ya pulang aja gimana? Dari pada nggak ada tujuan yang jelas.
C : Iya deh.
(Sampai di rumah si cewek. Dibuatin kopi, ngobrol santai sejenak)
C : Sebenernya tadi aku pengen ke mall. Pengen lihat-lihat harganya jeans.
A : (Segera pura-pura nggak ngrespon dan sibuk ngutak-atik HP)
(Lha mbok ngomong dari tadi kenapa tho? Nggak semua laki-laki punya bakat kaya' Dedy Corbuzier yang bisa menebak pikiran orang lain. Ngerti?).

Hehehe... Ya begitulah sekelumit pengalaman saya. Saya rasa di luar sana juga banyak yang mengalami seperti apa yang saya alami. Mohon maaf buat Sista-sista sekalian hehehe, toh saya nggak men-generalisir tho? Memang nggak semua cewek seperti itu hehehe.
Kalau pun ada yang tersindir atau merasa seperti apa yang saya paparkan di atas, ya bagus. Malah bisa buat kritikan yang membangun tho? Hahaha. Intinya, biar kata Sista-sista terkadang bikin sebel dan nggregetno, yang jelas rasa sayang dari kami para kaum Adam nggak berubah. Walau pun penyampaian rasa sayang itu kadang nggak seperti yang diharapkan para Sista-sista sekalian hehehe.
Kalau ada lagu "Karena wanita ingin dimengerti", sebenarnya kami kaum Adam juga ingin "Dimengerti" lho.

share on facebook

Thursday, 21 April 2011

Ibu Kita Kartini

Hari ini tanggal 21 April, biasa diperingati sebagai Hari Kartini. Yup... konon katanya untuk mengenang jasa R.A. Kartini yang telah membawa perubahan dalam strata kaum wanita Indonesia. Emansipasi Wanita, begitulah namanya. Sehebat apakah R.A Kartini ini? Sehingga sampai dibuat hari khusus untuk memperingati beliau?
Hari Kartini... Menurut saya itu hanyalah sebuah nama hari peringatan guna memperingati peranan wanita dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia. Lalu kenapa mesti memakai nama Kartini? Kenapa tidak Hari Dewi Sartika? Kenapa tidak Hari Cut Nyak Dien? Dan lain sebagainya.

Saya sendiri tidak tahu kenapa mesti R.A. Kartini. Sejarah yang ada juga tidak begitu jelas, mengapa harus nama Kartini yang dipakai untuk memperingati hari peranan wanita ini. Padahal setahu saya sepak terjang R.A. Kartini dalam perjuangan, perubahan, dan pembangunan bangsa tidak begitu tampak. Malah beliau jadi terkenal pun setelah beliau wafat. Melalui tulisan-tulisan serta surat-surat yang ada, yang kemudian diterbitkan oleh temannya dari Belanda, dari itulah beliau mulai dikenal orang banyak. Sebelum itu?? Hanya sedikit orang yang mengenal R.A. Kartini, mungkin hanya orang-orang yang ada di sekitaran beliau saja.

Saat R.A. Kartini sibuk mencurahkan pemikirannya melalui tulisan, di tempat lain, Dewi Sartika sudah bergerak membangun sekolah Kautaman Istri. Saat R.A. Kartini curhat dan bertukar pikiran dengan temannya di Belanda, di tempat lain, Rohana Kudus sudah bertindak membangun dan mengembangkan Sekolah Kerajinan Amal Setia dan Rohana School. Saat R.A. Kartini termenung memikirkan nasib kaumnya, di tempat lain, Cut Nyak Dien, Tengku Fatimah, Laksamana Malahayati berjuang mengangkat senjata melawan penjajah Belanda. Di saat R.A. Kartini hanya menyampaikan ide-idenya melalui sebuah surat, di berbagai tempat, wanita-wanita Indonesia lainnya sudah mampu melangkah maju mewujudkan ide-idenya dalam tindakan nyata.

Lalu kenapa harus Kartini?? Haha... lagi-lagi pertanyaan bodoh dari saya muncul. Entahlah, saya bingung. Ada yang bilang konon katanya penokohan R.A. Kartini adalah buatan orang-orang Belanda, hal ini dikarenakan sosok R.A. Kartini lebih bersikap kooperatif terhadap Belanda [R.A. Kartini memilki banyak teman orang Belanda], dan lagi R.A. Kartini dianggap menjadi simbol emansipasi wanita pribumi terhadap kaum borjuis Belanda. Berarti bukan emansipasi wanita dalam kesetaraan dengan kaum pria tho?? Nggak ngerti...!! Itulah jawaban saya.

Ah sudahlah. Sebelumnya saya mohon maaf, postingan ini nggak ada niat menyinggung siapapun. Saya kira pertanyaan bodoh dari saya tidak terlalu penting, sebab terlepas dari pantas tidaknya beliau [R.A. Kartini] sebagai simbol emansipasi wanita toh tidak membawa hal negatif bagi keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Apalagi adanya figur R.A. Kartini cukup memberi inspirasi bagi banyak wanita di tanah air ke hal positif, iya kan??

Nah, sekarang yang perlu dicermati lebih lanjut adalah masalah Emansipasi Wanita. Banyak orang salah kaprah mengartikan hal ini. Banyak orang menganggap bahwa emansipasi wanita adalah suatu bentuk kesetaraan wanita dan pria dalam berbagai hal. Menurut saya hal ini terlalu berlebihan, karena tidak dalam semua hal wanita bisa disejajarkan dengan pria. Saya lebih setuju dengan pernyataan Rohana Kudus, seorang pejuang kaum wanita yang juga memiliki visi ke-Islaman yang tegas. Beliau menyatakan bahwa, "Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan".

share on facebook

Saturday, 26 March 2011

60 Menit Saja

Hari ini, 26 Maret 2011 pada pukul 20.30-21.30 WIB ada sebuah ajakan global dari WWF [World Wide Fund] kepada seluruh umat manusia di bumi untuk memadamkan lampu dan alat-alat listrik lainnya guna memberi kesempatan kepada bumi untuk ngadem sejenak. Gerakan pemadaman selama 60 menit ini biasa disebut Earth Hour, yang dicetuskan oleh WWF dan The Sydney Morning Herald sejak tahun 2007 lalu, yang kemudian dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya.

Lalu apa manfaat dari gerakan Earth Hour ini??
Seperti kita ketahui bersama, saat ini bumi yang kita tempati semakin hari semakin panas saja. Hal ini dikarenakan adanya efek dari pemanasan global yang terjadi akibat begitu banyaknya kandungan CO2 yang ada di lapisan atmosfer. Nah, energi panas yang dipancarkan bumi ke luar atmosfer terhalang oleh gas CO2 itu tadi, akibatnya energi panas yang seharusnya di keluarkan, terpantul kembali ke bumi, hingga akhirnya suhu permukaan bumi menjadi panas. Meningkatnya suhu permukaan bumi ini menyebabkan perubahan iklim yang cukup ekstrim, eksositem banyak yang terganggu, gunung-gunung es di daerah kutub banyak yang mencair, hingga menyebabkan volume air laut meningkat dan akibatnya banyak pulau-pulau kecil tenggelam. Kalau hal ini terus-terusan terjadi, anda bisa bayangkan sendiri bagaimana akibatnya.

Kegiatan manusia seperti kita-kita inilah yang ternyata banyak menyumbangkan kandungan CO2 di udara dan menambah panasnya permukaan bumi. Asap kendaraan bermotor yang kita kendarai, asap dari cerobong-cerobong pabrik, lampu-lampu yang kita nyalakan [sebab ternyata dari energi yang masuk ke lampu itu, hanya 10% yang digunakan untuk menghasilkan cahaya, sementara 90% nya lagi menghasilkan panas], pembabatan hutan secara liar yang mengakibatkan bumi semakin panas dan cadangan air bersih semakin menipis.
Untuk itulah, alangkah bijaksananya jika kita sebagai oknum yang secara nyata menyumbangkan efek pemanasan global tadi, juga bertanggung jawab dan mengimbanginya dengan sebuah gerakan untuk menurunkan efek pemanasan global tersebut. Salah satunya adalah dengan gerakan Earth Hour.

Alhamdulillah, saya pun turut melakukan gerakan Earth Hour. Saya ingin menyelamatkan bumi. Saya ingin hal ini nyata terealisasi, bukan hanya no action talk only. Ya... walau awalnya memang berat, sebab agak sulit juga memberikan penjelasan kepada keluarga. Celetukan pertama yang keluar dari pihak keluarga adalah, "Apa iya, jika lampu rumah kita dipadamkan, sementara rumah-rumah lain di sekitar kita tidak dipadamkan akan memberikan efek bagi bumi?? Cuma satu rumah yang dipadamkan, sepertinya nggak akan memberikan efek apa-apa, kan??" Hahaha... skeptis, seperti itulah yang pertama kali muncul. Belum lagi acara sinetron pada jam bumi tersebut, biasanya sedang seru-serunya.
Malah tetangga saya ada yang bertanya, "Lho kok mati lampu?? konsleting ya??" Hahaha... Akhirnya saja jelaskan saja secara sederhana mengenai Earth Hour, dan alhamdulillah tetangga saya pun akhirnya turut memadamkan lampu di rumahnya. Yaps... total ada dua rumah di lingkungan saya [yaitu rumah saya dan rumah tetangga sebelah kanan saya] yang memadamkan lampu dan alat listrik lainnya, guna turut serta dalam gerakan Earth Hour.

Walau nggak pernah menghitung berapa sumber energi yang bisa di hemat dan berapa emisi CO2 yang bisa di kurangi dari gerakan Earth Hour ini, saya tetap yakin bahwa pemadaman lampu di rumah saya dan rumah tetangga sebelah kanan saya selama 60 menit itu tidak pernah sia-sia.

share on facebook

Saturday, 19 February 2011

Warung Kopi

Selamat berjumpa kembali bersama saya metal!!. Kali ini saya akan membahas tentang sebuah entitas yang bernama WARUNG KOPI. Kebetulan saya adalah penggemar minuman kopi dan gemar nongkrong di warung kopi pinggir jalan, atau dalam bahasa Jawa Timur dikenal dengan CANGKRUKAN. Sebelum saya membahas lebih jauh, alangkah baiknya jika saya jelaskan dulu apa itu WARUNG KOPI dan apa itu CANGKRUKAN.

Dijelaskan dalam Kitab Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wisnu berguling di lantai, bahwasannya WARUNG KOPI adalah sebuah tempat yang menjual minuman kopi. Tempatnya umumnya berupa warung sederhana kaki lima di pinggir jalan. Lho, kenapa harus ada embel-embel 'sederhana dan kaki lima di pinggir jalan?' Karena kalo' nggak berwujud warung sederhana atau kaki lima di pinggir jalan, tempat minum kopi tersebut disebut CAFE atau lebih keren lagi disebut STARBUCK COFFEE. Di WARUNG KOPI selain menjual minuman kopi, biasanya juga disertakan minuman lainnya, seperti teh hangat, es teh, plus gorengan ala kadarnya macam pisang goreng, tahu isi goreng, dan lain-lain. Bahkan ada yang melengkapi dengan makanan berat bermenu sederhana, seperti sego kucing dan nasil pecel. Sementara CANGKRUKAN adalah bahasa khas Suroboyo, yakni kegiatan berkumpul atau kongkow-kongkow bersama yang kemudian akan terjadi sebuah interaksi dialog ngalur-ngidul. CANGKRUKAN atau NYANGKRUK identik dengan kumpul bersama di warung kopi.
Mohon maaf, jika seluruh pengertian di atas
mbulet dan bahasanya tidak beraturan. Karena demikianlah adanya yang tertuang dalam Kitab Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wisnu. Jadi jangan protes ya tersenyum lebar.


Lalu apa menariknya sebuah WARUNG KOPI?? Seperti saya jelaskan di atas, bahwasannya WARUNG KOPI itu adalah sebuah entitas, artinya ada keunikan di sana. WARUNG KOPI adalah sebuah simbol keberagaman, kebebasan, kebersamaan dan kerukunan, serta kesetaraan. Di WARUNG KOPI ada tukang becak, ada kuli, ada tukang parkir, ada pengamen, ada pengemis, ada pekerja kantoran, bahkan ada politisi dan calon wakil rakyat di situ. Di WARUNG KOPI ada obrolan tentang situasi terkini, ada obrolan tentang politik, ada obrolan mesum, ada gosip dan gunjingan, ada yang mengeluh dan berkesah, ada yang bahagia, ada celetukan jancok di situ. Ya... ada beragam jenis manusia dan obrolan di WARUNG KOPI.

Di WARUNG KOPI anda bebas duduk
njengking, bebas duduk methangkring dengan satu atau bahkan dua kaki sekaligus, anda bebas merokok, anda bebas mengumpat, anda bebas tertawa lepas. Di WARUNG KOPI anda bebas duduk berjam-jam hanya dengan menghadap segelas kopi. Ya... ada kebebasan di situ.


Mulai dari tukang becak, kuli, tukang parkir, pekerja kantoran, calon wakil rakyat. Orang yang berpenampilan sederhana sampai yang necis, semuanya duduk bersama dan setara. Orang yang hanya sekedar melepas lelah, menghilangkan kejenuhan, sedikit melupakan rutinitas hidup, sampai orang yang tujuannya pingin kampanye, semuanya rukun di situ. Ya... ada kebersamaan, kerukunan, dan kesetaraan di WARUNG KOPI.


Seluruh keunikan WARUNG KOPI kiranya membuat saya betah untuk ada di dalamnya. Entah mengapa saya sendiri kurang suka pergi ke CAFE atau STARBUCK COFFEE, padahal keduanya sama-sama menawarkan minuman kopi. Mohon maaf, bukannya saya nggak mampu beli atau bayar menu di CAFE ataupun STARBUCK COFFE, tapi saya merasa belum menemukan keberagaman, kebebasan, kebersamaan dan kerukunan, serta kesetaraan di situ tersenyum lebar. Itulah alasan saya lebih suka nongkrong di WARUNG KOPI pinggir jalan.

Sudahkah anda ngopi hari ini?? Yuk... NYANGKRUK...!!
kopi

share on facebook

Thursday, 3 February 2011

Fenomena Crop Circle

Crop Circle?? Apakah itu??
Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran dan bentuk-bentuk lain seperti geometri (dan kebayakan berukuran besar atau luas), bahkan ada juga yang biasa ditemui membentuk citra mahkluk hidup seperti kalajengking, bunga matahari, lebah, dan lain sebagainya di ladang pertanian. Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sekarang paling sering di jumpai. Sudah hampir 350 tahun semenjak kemunculannya pertama kali di Inggris pada tahun 1647, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti bagaimana cara mereka terbentuk.

Di Indonesia sendiri akhir-akhir ini dihebohkan oleh munculnya Crop Circle di sawah milik penduduk di kawasan Sleman, Yogyakarta. Para peneliti menganggap itu hanyalah ulah iseng sekelompok manusia. Sementara kaum konspirasi mempercayai jika fenomena Crop Circle adalah karya dari UFO. Penggemar klenik dan hal ghaib pun ikut bicara, bahwa Crop Circle sebenarnya adalah sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh alam kepada umat manusia. Lalu manakah yang benar?? Tegantung penilaian anda.

Bagaimana dengan penilaian saya?? Untuk fenomena Crop Circle di Sleman, Yogyakarta dan Crop Circle sejenis di daerah lain, terus terang saya sendiri masih bingung dan butuh waktu untuk menyelidikinya. Saya baru saja selesai menyelidiki fenomena Crop Circle di Pulau Kalimantan dan sudah bisa membuat kesimpulan.
Lho?? Crop Circle ada di Pulau Kalimantan?? Ya... sebenarnya sudah sejak lama sekali, jauh sebelum fenomena Crop Circle di Sleman, Yogyakarta muncul, telah muncul fenomena Crop Circle dengan jumlah yang cukup banyak di Pulau Kalimantan. Setelah beberapa tahun menyelidiki dengan seksama, bisa saya pastikan bahwa fenomena Crop Circle di Pulau Kalimantan adalah murni HASIL KARYA MANUSIA...!!
Berikut penampakan Crop Circle di Pulau Kalimantan.


Ya... HUTAN GUNDUL akibat ILLEGAL LOGGING itulah yang saya maksud dengan fenomena Crop Circle di Pulau Kalimantan. Pembabatan hutan secara liar dan ngawur, telah menyebabkan kebotakan permukaan bumi. Akibatnya, apalagi kalo' bukan efek global warming semakin mengganas. Bumi semakin panas, karena pohon-pohon sudah semakin menipis. Bencana alam kerap terjadi, karena bumi tidak lagi mampu menyerap air dengan baik, akibatnya tentu saja banjir dan tanah longsor. Fauna banyak yang punah, karena mereka sudah kehilangan tempat tinggal yang nyaman. Dan parahnya, jika hal ini terus berlangsung, kata "HUTAN" hanya akan menjadi cerita dongeng bagi anak cucu kita. Berikut penampakan Pulau Kalimantan jika pembabatan hutan secara liar tidak segera ditanggulangi.

Sangat menyeramkan...!! Bayangkan jika benar itu terjadi. Tempat yang konon menjadi paru-paru dunia hilang akibat illegal logging. Peranan pemerintah dalam memberantas cukong-cukong kayu serakah sangat diharapkan di sini. Masyarakat pun perlu tanggap akan bahaya global warming. Jadikan bumi yang kita diami kembali hijau dan adem. Go Green...!! Mari reboisasi, mari galakkan untuk gemar menanam pohon, agar kata "HUTAN" tidak menjadi sebuah dongeng bagi anak cucu kita.

Oh iya, hampir lupa. Di kala saya menyelidiki fenomena Crop Circle di Pulau Kalimantan, teman saya dari kota Bondowoso, Jawa Timur menelpon saya. Dia bilang bahwa di rumahnya juga terjadi fenomena Crop Circle yang cukup mencengangkan dan perlu penelitian khusus. Berikut penampakan fenomena Crop Circle di rumah Mas.Mbanxat :

Wow...!! Amazing...!! Sebuah fenomena Crop Circle yang sangat langka. Terjadi di atas sepiring nasi. Ulah siapakah ini?? UFO kah??
Kiranya perlu penelitian yang khusus untuk menjawab misteri fenomena langka ini. Saya rasa tidak mungkin ini ulah UFO, sepertinya lahan ini terlalu kecil untuk disinggahi UFO.
Lalu?? Pertanda alam kah?? Hmmm... motif Crop Circle yang muncul terlalu standar, saya rasa tidak menyiratkan pesan apa-apa. Yang jelas ini adalah ulah tangan kreatif dari Mas.Mbanxat. Hahaha....

Thanks untuk -RK- dan Mas.Mbanxat atas inspirasinya.

share on facebook

Thursday, 16 December 2010

Masih Hujan Abu

Sekilas info...
Sampai hari ini, kediaman saya masih dihujani abu kiriman dari gunung Bromo yang menunjukkan aktivitasnya sejak beberapa hari yang lalu. Sebenarnya jarak kediaman saya dengan gunung Bromo yang terletak di kabupaten Probolinggo cukup jauh. Tapi ya namanya juga abu kecil, otomatis dengan mudahnya terbawa angin hingga sampai ke kediaman saya di kabupaten Jember.

Hal serupa sebenarnya sudah terjadi sejak hari Selasa, 14
Desember 2010 yang lalu. Pada hari itu hujan abu terasa sedikit tebal, terutama saat malam hari. Keadaan ini diperparah dengan datangnya angin yang sangat kencang plus padamnya listrik. Suasana benar-benar horror dan terasa mencekam.

Angin yang berhembus mirip dengan suara deru mobil, sangat kencang sekali. Sampai-sampai pot-pot bunga yang ada di halaman saya pada ambruk. Malam itu orang laki-laki, termasuk saya umumnya berada di teras depan rumah, tidak tidur, guna siap siaga jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sekalian memantau fenomena alam yang begitu menakutkan. Gelap gulita... hanya bisa berdoa saja.

Semoga aktivitas gunung Bromo segera mereda, dan tidak disusul dengan aktivitas gunung-gunung yang lainnya. Amin.

share on facebook

Wednesday, 27 October 2010

Kembali Berduka

Mendung kembali menggelayut di langit Bumi Pertiwi. Tangisan seakan pecah dari segenap penjuru Nusantara. Bencana demi bencana terus berdatangan seakan tak mau berhenti. Mungkin ini adalah suatu pertanda dari akhir jaman atau mungkin ini suatu bentuk kemurkaan alam akan keserakahan manusia. Bisa jadi juga bencana ini adalah suatu bentuk adzab dari Tuhan karena telah bosan melihat tingkah laku sang khalifah bumi yang semakin hari semakin congkak dan lalim.

Dalam kurun waktu kurang lebih 1 bulan ini, Ibu Pertiwi seakan menangis pilu, menangis sejadi-jadinya. Oktober 2010 yang kelam.

Banjir
Banjir seakan sulit lepas dari sisi kehidupan masyarakat di Bumi Nusantara ini. Mulai dari ujung barat hingga ujung timur Nusantara, setiap datangnya musim penghujan hampir bisa dipastikan akan terjadi banjir. Hingga mencapai puncak suatu bencana besar, yaitu banjir bandang yang menimpa saudara-saudara kita di Wasior, Papua Barat. Sungai-sungai yang sekarang banyak dihiasi sampah dan limbah seakan berontak ingin menunjukkan kekuatannya kepada manusia. Ratusan nyawa pun melayang. [Sumber Photo : Tempointeraktif]


Gempa dan Tsunami
Belum berhenti suara tangisan akibat banjir bandang, tangisan di tempat lain pun pecah. Gempa 7,2 SR mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Guncangan gempa pun menimbulkan gelombang Tsunami hingga menyebabkan ratusan orang tewas dan hilang. Seluruh Nusantara tersentak. Seluruh Nusantara kembali berduka. [Sumber Photo : MediaIndonesia]


Gunung Meletus
Belum selesai pencarian korban bencana banjir dan Tsunami, muncullah bencana baru. Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi saksi kedahsyatan Gunung Merapi. Gunung api yang sangat aktif tersebut memuntahkan isinya. Walau evakuasi masyarakat sudah berlangsung sebelum terjadinya letusan gunung, toh bencana ini masih saja menelan korban, utamanya mereka yang masih bertahan di lereng Merapi, termasuk Sang Juru Kunci, Mbah Maridjan yang ditemukan meninggal dalam posisi sujud di dalam rumahnya akibat terjangan 'Wedus Gembel' alias awan panas Gunung Merapi yang panasnya mencapai 600 derajat Celsius. [Sumber Photo : Vivanews]

Mas Penewu Surakso Hargo atau yang biasa disapa Mbah Maridjan adalah seorang Juru Kunci Gunung Merapi yang mendapat mandat dari Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Mbah Maridjan mendapat tugas menjaga Gunung Merapi serta memperingatkan masyarakat sekitar lereng gunung untuk mengungsi jikalau ada aktivitas dari Gunung Merapi yang sekiranya membahayakan masyarakat sekitar.
Lalu mengapa Mbah Maridjan, masih tetap bertahan di kediamannya?? Padahal peringatan akan bahaya dari Gunung Merapi sudah tersebar luas.
Saya sendiri juga kurang mengerti apa alasan beliau, hanya menurut pendapat saya pribadi, yang namanya Juru Kunci itu otomatis akan mengunci pintu saat semua orang yang ada di dalam rumah sudah keluar. Beliau hanya akan turun gunung, jika semua masyarakat sudah mengungsi. Selama masih ada masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung, beliau pun akan tetap bertahan, mengawasi aktivitas Gunung Merapi serta memperingatkan masyarakat sekitar untuk segera mengungsi.
Satu pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari sosok Mbah Maridjan. Beliau benar-benar menepati janjinya kepada Sang Raja untuk tetap menjaga dan mendedikasikan hidupnya untuk Gunung Merapi hingga akhir hayatnya. Selamat jalan Mbah... [Sumber Photo : Kapanlagi]


"Sungai meluap, bumi bergoyang, air laut tumpah ke daratan, dan gunung pun meletus. Ya Allah Ya Tuhan kami, mohon ampun atas segala salah dan dosa, berilah kami kesabaran untuk menjalani warna-warni kehidupan ini. Tak ada yang mampu menolong kecuali Engkau Ya Allah"

share on facebook

Saturday, 16 October 2010

Dilarang Merokok

Tadi malam pas mau istirahat di kamar, saya sempatkan dulu nonton acara berita di televisi. Ada berita yang sedikit membuat saya tertegun. Isinya kurang lebih menyatakan bahwa per tanggal 01 Nopember 2010 ini Pemerintah DKI Jakarta akan semakin membatasi ruang gerak perokok. Isi peraturan baru ini adalah revisi dari peraturan sebelumnya.

Perokok kini dilarang merokok di dalam gedung, apalagi gedung prasarana umum. Kalau dahulu gedung-gedung yang melarang merokok itu menyediakan ruangan khusus bagi perokok [smoking area], kini ruangan itu pun harus dibongkar. Jadi perokok benar-benar dilarang keras untuk merokok di dalam gedung. Ada sanksi moral dan administrasi bagi pelanggar peraturan tersebut berupa penyebutan nama tempat kegiatan atau usaha secara terbuka kepada publik melalui media massa jika ada penanggung jawab atau pengelola gedung yang melanggar ketentuan itu. Intinya Perokok jika ingin merokok harus keluar gedung.

Peraturan ini tentu saja diamini oleh mereka yang kontra terhadap rokok. Mereka yang kontra terhadap rokok menilai bahwa langkah Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan peraturan tersebut sangatlah tepat, karena mereka menganggap rokok adalah racun yang berbahaya bagi masyarakat, apalagi tidak sedikit perokok yang seenaknya saja merokok di tempat umum [restoran, di dalam bus] yang terkadang asapnya sangat mengganggu orang-orang di sekitarnya [perokok pasif].

Sementara bagi mereka yang merokok, peraturan seperti itu seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Peraturan terdahulu [dengan adanya smoking area di dalam gedung] sebenarnya sudah dianggap mampu menjembatani masalah rokok. Bagi mereka yang kontra akan rokok tidak terganggu asap rokok, karena mereka yang pro rokok merokok di dalam gedung dengan menggunakan fasilitas smoking area. Hal senada juga disampaikan oleh beberapa anggota DPR [mereka yang pro rokok tentunya], mereka menganggap anggota DPR yang merokok masih boleh merokok di dalam gedung DPR, alasannya karena gedung DPR bukanlah gedung prasarana umum, dan peraturan di DPR sendiri menyatakan bahwa peraturan dilarang merokok bagi anggota dewa hanya berlaku saat DPR menggelar rapat sidang, sementara untuk rapat-rapat biasa tidak ada larangan untuk itu.

Bahkan ada beberapa anggota masyarakat yang skeptis terhadap peraturan baru tersebut. Mereka meyakini bahwa peraturan tersebut pasti akan banyak dilanggar oleh masyarakat. Mereka menganggap perlunya pembenahan mental masyarakat. Karena selama ini yang terjadi memang selalu begitu, peraturan dibuat memang untuk dilanggar Hahahaha...

Lalu, bagaimana menurut pendapat saya pribadi??
Saya akui bahwasannya saya adalah perokok berat. Sehari biasa saya habiskan 1 bungkus rokok isi 16 batang, ya kira-kira dana yang saya keluarkan untuk merokok kurang lebih Rp. 300.000; per bulan [banyak juga ternyata hehehe]. Saya termasuk orang yang skeptis terhadap peraturan tersebut, saya yakin akan banyak pelanggaran yang terjadi. Peraturan terdahulu saya kira sudah cukup untuk membatasi ruang gerak perokok untuk tidak merokok di tempat umum.

Sebenarnya permasalahan rokok bisa diatasi dengan saling menghargai antara perokok dan non-perokok. Bagi perokok seharusnya sadar untuk tidak merokok di tempat yang bertuliskan larangan merokok, tidak merokok di dalam ruangan ber-AC, tidak merokok di dalam kendaraan umum, dan lain sebagainya. Saya perokok berat, tetapi saya terkadang juga kesal dengan sikap perokok yang tidak mengindahkan peraturan dilarang merokok, apalagi tidak toleran terhadap sesama dengan merokok di tempat umum yang bisa mengganggu kenyamanan orang lain, utamanya perokok yang merokok di dalam kendaraan umum [byuh... saya sendiri sampai jengkel lho, nggak tau kenapa haha]. Sementara bagi mereka yang tidak suka rokok, alangkah baiknya jika tidak nimbrung dan kumpul dengan orang yang mayoritas merokok. Terkadang ada juga orang yang tidak merokok tiba-tiba gabung dengan orang yang mayoritas merokok dan kemudian minta dihormati agar kiranya orang-orang yang merokok tadi mematikan rokoknya, karena asap rokok mereka mengganggu si orang tadi. Nah lho?? kalau memang nggak suka asap rokok, kan seharusnya menjauhi mereka orang-orang yang merokok, bukan begitu??

Yah... entahlah.
Yang jelas saya bersyukur tinggal di kota Jember, yang dihuni oleh banyak perokok, dan sangat sedikit peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Jember terkait dengan kegiatan merokok. Apalagi di kamar saya, tidak ada sama sekali peraturan yang melarang anda untuk merokok...!!

Konon katanya rokok itu mengandung banyak zat beracun yang berbahaya bagi tubuh, akan tetapi ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa rokok ternyata dapat meningkatkan ingatan seseorang, dan kandungan nikotin dalam rokok juga bisa bermanfaat sebagai zat penangkal kanker paru-paru. Manakah yang benar?? Tinggal anda sendiri yang menyimpukan. Penelitian tentunya akan selalu menimbulkan kontroversi, bukan begitu??

Konon katanya rokok itu adalah salah satu pemicu yang membuat rakyat semakin miskin. Akan tetapi rokok ternyata juga dianggap sebagai pahlawan ekonomi negara melalui cukai-nya. Dan andaikata pabrik rokok di hancurkan, akan ada berapa juta orang pengangguran yang muncul?? Dan tentunya angka kemiskinan masyarakat pun akan meningkat, bukan begitu??

Alangkah indahnya kalau perbedaan-perbedaan pendapat di atas kita hadapi dengan bijaksana. Biarkan mereka yang merokok menikmati dunianya, dan biarkan mereka yang tidak merokok menikmati hidup tanpa asap rokok. Respect for everything and everyone. Hanya satu himbauan saya kepada rekan-rekan sesama perokok, imbangi kegiatan merokok anda dengan olahraga dan perbanyak minum air putih.

share on facebook

Friday, 24 September 2010

Mencintai Kretek Sebagian Dari Iman

Written by Abhisam DM
Thursday, 19 August 2010 05:30


…kretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia.” (Mark Hanusz, penulis buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes)


Rokok umumnya berbahan baku utama tembakau. Tetapi kretek berbeda. Selain tembakau, ia juga berbahan baku utama cengkeh. Elemen cengkeh itu menjadikannya unik. Tidak ada satu pun rokok di dunia yang mencampur tembakau dengan cengkeh, kecuali kretek. Dari elemen cengkeh itu pula nama kretek tercipta. Ketika dibakar, irisan-irisan bunga (biji) cengkeh mengeluarkan suara “keretek…keretek”, untuk mempermudah orang lalu menyebutnya “kretek”.

Konon, cerita kretek bermula dari Kudus, Jawa Tengah. Waktu itu, sekitar akhir abad ke-19, Haji Djamari merasa sakit di bagian dada. Untuk mengobati sakitnya, ia mengoleskan minyak cengkeh. Rasa sakitnya berkurang. Ia bereksperimen lebih lanjut, mengiris cengkeh sampai halus, mencampurnya dengan tembakau, lalu dibungkus daun jagung. Dengan menghisap “rokok obat” itu sakit di dada Haji Djamari ternyata makin membaik. Berita ini cepat tersebar luas. Permintaan bermunculan. Dari situlah ia mulai memproduksi kretek secara rumah tangga.

Sampai wafat Haji Djamari belum sempat meraup kekayaan dari kretek. Adalah Nitisemito, seorang buta huruf, warga Kudus juga, yang dipercaya pertama kali mengembangkan bisnis kretek. Ia mendirikan Tjap Bal Tiga. Usahanya maju pesat sampai mampu mempekerjakan ribuan orang dan memproduksi jutaan batang kretek per hari. Pemasarannya mencakup Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan sampai ke Belanda.

Perselisihan ahli waris, munculnya makin banyak pesaing serta pecahnya Perang Dunia II membuat Tjap Bal Tiga tersungkur. Merek-merek lain kemudian menggantikan, dari mulai Djamboe Bol, Djarum, Sukun, Minak Djinggo, sampai belakangan Sampoerna, Bentoel, dan Gudang Garam.

Dari cerita Haji Djamari dan Nitisemito, siapa sangka kisah kretek menjelma bak dongeng kejayaan nusantara :

Kretek
tak tertandingi di kandang sendiri dengan menguasai 93% pasar rokok. Di pasar internasional kretek menembus puluhan negara dari Asia, Amerika, dan Eropa. Di Amerika Serikat (AS) ekspor kretek naik sampai 100% dan membuat negeri adikuasa itu langsung menerbitkan Undang-undang Kontrol Tembakau (Tobacco Control Act) yang isinya melarang peredaran kretek. Anehnya produk rokok menthol tidak dilarang. Usut punya usut, ternyata rokok menthol dikuasai oleh produsen dalam negeri AS. Kretek telah berhasil membuat AS, negeri yang katanya adikuasa itu, merasa terancam dan ketakutan, lalu menerbitkan Undang-undang diskriminatif yang mengingkari asas pasar bebasnya sendiri.

Kretek
lahir dari industri dengan muatan impor (import content) yang rendah, hanya 4% saja. Selebihnya, 96%, bahan baku dari lokal. Karakter seperti itu membedakan industri kretek dengan industri secara umum di dalam negeri yang muatan impornya tinggi. Statistik ekonomi menunjukkan 70 persen lebih impor Indonesia adalah bahan baku, sisanya barang konsumsi dan barang modal. Karakter seperti itu juga yang membuat industri kretek mempunyai “sistem imun” tinggi terhadap goncangan ekonomi global. Saat badai krisis menghantam di tahun 1998, industri kretek adalah satu dari sedikit industri dalam negeri yang bertahan.

Kretek
adalah penyumbang cukai terbesar. Di tahun 2010 ini negara diproyeksikan akan menerima 58,3 triliun dari cukai, sebesar 55,8 triliun berasal dari rokok. Penerimaan cukai dari rokok itu, 93% dibayarkan oleh konsumen kretek. Sebagai catatan, sepanjang tahun 2005-2008 penerimaan cukai didominasi oleh penerimaan cukai rokok dengan kontribusi rata-rata 97,8 persen, dan rata-rata pertumbuhan 15,2 persen.

Kretek
dan industrinya melibatkan puluhan juta orang dan memberi nilai tambah tinggi pada perekonomian. Dari hulu sampai hilir, industri rokok melibatkan 30 juta orang lebih. Bahkan ada data yang menyebut sampai 50,3 juta orang. Dari hulu ke hilir, industri rokok juga memberi nilai tambah tinggi. Berbeda dengan karet, kakao, tambang, dan lain-lain, yang hanya mengekspor bahan mentah sehingga nilai tambahnya dinikmati negara pengimpor. Industri rokok, 90% lebih adalah industri kretek.

Kiranya tidak berlebihan kata budayawan Mohammad Sobary: “Kretek merupakan sumbangan tak ternilai yang mengharumkan nama bangsa. Kretek memberi kita merek istimewa dalam percaturan internasional. Maka, pelan-pelan saya menyadari, bisnis ini lebih dari sekadar berharga untuk dimusuhi dan juga lebih dari layak dirampas dengan berbagai cara.”

***

Alkisah tahun 1953, KH. Agus Salim mewakili Presiden Soekarno dalam acara penobatan Ratu Elizabeth II sebagai Ratu Inggris di Istana Buckingham. Di acara itu Agus Salim melihat Pangeran Philip tampak canggung menghadapi khalayak yang hadir, barangkali karena masih muda. Ia menyalakan kretek, lalu mendekati Pangeran Philip. Di sekitar hidung Pangeran Philip, Agus Salim mengayun-ayunkan kreteknya. Ia kemudian bertanya, “Your Highness, adakah Paduka mengenali aroma rokok ini?” Pangeran Philip menghirup-hirup aroma kretek Agus Salim. Setelah beberapa saat ia mengaku tidak mengenali aroma tersebut. Agus Salim tersenyum lalu berkata, “Inilah sebabnya 300 atau 400 tahun lalu bangsa Paduka mengarungi lautan dan menjajah negeri kami.”


The Grand Old Man, julukan KH. Agus Salim, memang dikenal cerdas dalam menyampaikan kritik tajam dan pedas. Ia sekali lagi membuktikan itu di Istana Buckingham. Kretek tak lain ialah cengkeh, tanaman tropik asli nusantara, tepatnya Kepulauan Maluku. Sejak abad XVI cengkeh menjadi magnet bagi merkantilisme Eropa untuk datang dan menjajah nusantara.


Dulu, karena cengkeh nusantara dijajah. Kini, karena cengkeh penjajah kembali. Membonceng isu kesehatan, para penjajah itu ingin merampas “rokok cengkeh”, nama lain dari kretek. Mereka paham betul, Indonesia tidak banyak punya produk unggulan dan industri nasional yang kuat. Kretek dan industrinya, satu dari yang sedikit yang kuat, itulah yang kini mereka serang.


Sejak 1990an konspirasi dirajut. Bendera World Health Organization (WHO) dipinjam. Riset didasarkan pesanan. Data, angka, statistik dan estimasi, dimanipulir. Teror bernama sejumlah penyakit dan kematian akibat rokok tumbuh subur. Soal dagang dibelokkan jadi kesehatan. Uang menjelma tuhan. Dalang semua itu adalah industri farmasi AS.


Wanda Hamilton, seorang peneliti independen dan pengajar di tiga universitas terkemuka di AS, membongkar konspirasi industri farmasi AS dengan WHO melalui bukunya Nicotine War (Yogyakarta: INSISTPress, 2010). Menurut Hamilton, propaganda anti rokok merupakan bagian dari marketing industri farmasi. Ia menyebut: “Koneksi yang tidak terbantahkan antara propaganda anti merokok dengan industri farmasi.” Targetnya agar orang berhenti merokok, dan untuk berhenti merokok itu harus ada penanganan atas ketagihan nikotin. Dari situlah terbuka jalan bagi terapi atau obat-obat yang dikenal sebagai Nicotine Replacement Therapy (NRT).


Tobacco Dependence, traktat tiga halaman tiga halaman terbitan WHO, menyebut merokok sebagai “wabah pediatri” yang membunuh jutaan anak-anak dan orang dewasa: “Wabah ini diperkirakan akan membunuh 250 juta anak-anak dan orang dewasa yang hidup saat ini, sepertiga dari mereka hidup di negara-negara berkembang.” Dalam traktat itu istilah treatment (penanganan, perawatan) disebut tidak kurang dari 36 kali. Treatment adalah kata kunci untuk memasarkan produk-produk industri farmasi.


Tidak heran jika industri farmasi meraup keuntungan besar. Hamilton mengungkap fakta-fakta ini :


“Sepuluh perusahaan obat terbesar dilaporkan menghasilkan laba rata-rata 30 persen dari pendapatan –margin yang mencengangkan. Selama beberapa tahun belakangan, industri farmasi secara keseluruhan sejauh ini merupakan industri yang paling beruntung di Amerika Serikat.” Angell M, “The Pharmaceutical Industry –To Whom Is It Accountable?” New England Journal of Medicine, June 22, 2000.


“Setiap tahun sejak 1992, industri obat adalah industri paling beruntung di Amerika Serikat, menurut pemeringkatan majalah Fortune. Selama bertahun-tahun itu, besarnya imbalan pendapatan (laba sebagai persentase penjualan) industri obat rata-rata tiga kali laba rata-rata semua industri lain yang tercantum dalam Fortune 500.” Public Citizen Report, “Rx R&D Myths: The Case Againts the Drug Industry’s R&D ‘Scare Card,” July 23, 2001.


“Jika ditotal, kapitalisasi pasar dari empat perusahaan (farmasi) terbesar itu jumlahnya melebihi perekonomian India.” David Earnshaw, mantan direktur urusan pemerintah Eropa untuk SmithKline Beecham, kini ketua kampanye Oxfam untuk akses terhadap obat-obatan. Dikutip dalam Roger Dobson, “Drug Company lobbyist joins Oxfam’s cheap drugs campaign,” BMJ, 332, April 28, 2001, p. 1011.


Bukan hanya Hamilton yang bersikap kritis terhadap propaganda anti rokok. Gabriel Mahal dalam Epilog Nicotine War menulis nama-nama yang lain. Ada Robert A Levy dan Rosalind B Marimont, yang dalam artikel berjudul Lies, Damned Lies & 400.000 Smoking-Relating Deaths (1998) mengatakan bahwa perang terhadap tembakau telah berkembang menjadi “monster kebohongan dan kerakusan”. Ilmu pengetahuan sampah (junk science) telah menggantikan ilmu pengetahuan yang jujur (honest science). Propaganda tampil sebagai fakta-fakta. Yang jadi korban pertama dalam perang melawan tembakau adalah kebenaran.


Angka 400.000 kematian prematur di Amerika akibat rokok, kata Levy dan Marimont, merupakan estimasi yang di-generated melalui suatu program komputer SAMMEC (Smoking Associated Mortality, Morbidity and Econimic Cost). SAMMEC didasarkan pada model yang salah, mengabaikan semua aturan mengenai epidemiology, dan secara cepat menyimpulkan efek rokok terhadap kematian. Sebagai contoh: jika Joe Smith yang gemuk, punya kolesterol tinggi, diabetes, punya sejarah penyakit jantung dalam keluarga, tidak pernah olahraga, dan…merokok, meninggal karena serangan jantung, maka program SAMMEC akan menyebutkan faktor rokok sebagai penyebab kematian Joe Smith.


Senada dengan Levi dan Marimont, Judith Hatton, co-author buku Murder a Cigarette, mengatakan bahwa pernyataan WHO tentang bahaya merokok tidak lain daripada propaganda yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Data, angka, statistik, estimasi, tidak lebih dari Lies, Damned Lies.


Lauren A. Colby, litigation lawyer dari Maryland, menulis buku In Defence of Smokers (2003) untuk membuktikan bahwa propaganda anti merokok tidak berdasar kebenaran, tidak bertanggung jawab dan liar. Di kata pengantar buku itu Colby menulis: “I wrote this book to refuse the wild, irresponsible and untruthful anti-smoking propaganda which obscures the truth.”


Aisling Irwin dalam artikelnya berjudul “Study casts doubt on heart ‘risk factor” (International News, 25/8/1998), mengungkapkan bahwa studi cardiologi paling besar yang pernah dilakukan, telah gagal menemukan hubungan antara serangan jantung dengan faktor-faktor resiko klasik, seperti merokok dan tingkat kolesterol yang tinggi.


Monica study, demikian nama studi tersebut, yang melakukan kajian di 21 negara selama 10 tahun. Para ilmuwan tidak dapat menemukan koneksi statistik antara reduksi dengan perubahan-perubahan dalam obesitas, merokok, tingkat tekanan darah, atau kolesterol. Hasil studi ini diumumkan the European Congress of Cardiology in Vienna pada Agustus 1998.


Studi yang paling lama dan paling besar di dunia itu menghimpun informasi dari 150.000 serangan jantung, terutama di Eropa Barat, dan Rusia, Islandia, Kanada, China, dan Australia. Penurunan penyakit jantung paling besar terjadi di Swedia. Yang meningkat terjadi di Lithuania, Polandia, China, dan Rusia. Hasil studi juga mengungkapkan, kegelisahan, kemiskinan, perubahan ekonomi, dan sosial mempunyai hubungan dengan penyakit jantung. Fakta ini nampak sejak studi ini mulai dilakukan pada era 1980-an. Seseorang yang berhenti merokok namun kehilangan rumah tempat tinggal secara umum berada pada risiko terkena penyakit jantung karena faktor stres.


Suara-suara kritis terdampar di ruang hampa. Sebaliknya, kampanye anti rokok makin nyaring dan bertaring dengan bergabungnya sejumlah organisasi mitra. Satu yang cukup heboh adalah Bloomberg Initiative (BI). Michael R. Bloomberg, seorang Yahudi AS, pengusaha kaya raya, walikota New York City tiga periode, adalah tokoh di balik BI. Tahun 2006 ia menggelontorkan 125 dollar AS, lalu 250 dollar AS di tahun 2008, dan bersama Bill Gates, Bloomberg sukses menghimpun donasi gabungan sejumlah 500 dollar AS. Apa kepentingan Bloomberg tidak sulit dibaca, Walikota New York City ini dikabarkan membela mati-matian para eksekutif farmasi yang dikambinghitamkan dalam perdebatan layanan kesehatan. Bill Gates? Ia kini sudah punya saham di industri farmasi.


Bloomberg pula yang menghebohkan Indonesia dengan “sumbangan” hampir 4 miliar rupiah ke organisasi keagamaan Muhammadiyah. Pengusaha Yahudi itu juga menggelontorkan miliaran rupiah ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Dinas Kesehatan Kota Bogor, Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Departemen Kesehatan, Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan (IFPPD), Pusat Dukungan Kontrol Tembakau/Tobacco Control Suport Centre, Indonesian Public Health Association (TCSC-IPHA), Komisi Perlindungan Anak Nasional Indonesia (KPAI/NCCP), Pertemuan Jaringan Kontrol Tembakau Indonesia (NGO) pada 2009, Swisscontact Indonesia Foundation, dan Institut Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.


***


Ketika kampanye anti rokok makin intensif, impor tembakau ke Indonesia justru meningkat. Tahun 2003 impor tembakau sebanyak 29.579 ton, meningkat di tahun 2004 jadi 35.171 ton, terus bertambah di tahun 2005 jadi 48.142 ton, dan di tahun 2007 mencapai 69.742 ton. Tidak hanya itu, ternyata impor rokok ke Indonesia juga sangat besar, mencapai 520.000 ton per tahun.


Dan ketika kampanye anti rokok makin intensif, dua industri besar kretek nasional justru diambil alih asing. Tahun 2005, 98% saham Sampoerna diakuisisi Philip Morris. Menyusul tahun 2009, 85% saham Bentoel diakuisisi British American Tobacco (BAT). Di sisi lain, ratusan industri kecil kretek gulung tikar karena kenaikan cukai.


Penting dicatat, Philip Morris dan BAT –dua produsen rokok putih- sempat melakukan kampanye besar melawan peredaran kretek dengan membawa isu kesehatan (tingginya kadar tar dan nikotin pada kretek). Raksasa rokok dunia itu ada di balik terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 81 Tahun 1999 yang menyudutkan kretek. Presiden Abdurrahman Wahid melalui PP No. 32 Tahun 2000, berikutnya Presiden Megawati melalui PP No. 19 Tahun 2003, menumpulkan taring mereka. Tapi “perjuangan” Philip Morris dan BAT tidak selesai sampai di situ. Strategi mereka berikutnya: akuisisi! Sukses. Kalau dulu mereka memerangi kretek dengan isu kesehatan, sekarang mereka memproduksinya.


Kampanye anti rokok, selain merupakan perang akbar industri farmasi dengan industri rokok, adalah juga strategi merebut pasar rokok Indonesia, dan bahkan strategi merebut rokok Indonesia (kretek). Kretek dan industrinya, satu dari sedikit produk unggulan dan industri nasional yang kuat, sedang terus dirongrong. Kretek adalah yang kesekian kalinya. Sebelumnya sudah banyak industri nasional mati karena modus yang kurang lebih sama, katakanlah: minyak kelapa dan garam.


Akhirnya ini bukan soal kretek belaka, tapi lebih substansiil lagi adalah soal kemandirian bangsa. Hadratusyekh Hasyim Asy’ari pernah menfatwakan “hubbul wathan minal iman” (mencintai tanah air sebagian dari iman) untuk mengobarkan semangat jihad mempertahankan kemerdekaan pada 10 November 1945 di Surabaya. Barangkali “sah” juga jika mencintai kretek “difatwakan” menjadi sebagian dari iman, untuk mengobarkan semangat jihad mempertahakan kemandirian bangsa dari rongrongan asing. Merdeka!


Jogja, 17 Agustus 2010


Sumber : Abhisam DM


share on facebook

Friday, 3 September 2010

Tradisi Ater-ater

Apa itu Tradisi Ater-ater??
Ater-ater merupakan kata dalam bahasa Jawa. Secara etimologi diserap dari bahasa Indonesia antar atau mengantar [halah... sumpah ini hanya karangan saya saja, mohon maaf kalo salah tersenyum lebar]. Sedangkan menurut terminologi, Tradisi Ater-ater adalah suatu tradisi mengantar atau mengirim atau memberi sesuatu [umumnya berupa makanan] kepada tetangga dan saudara.

Tradisi Ater-ater berkembang dalam tatanan masyarakat Jawa [khususnya di Jawa Timur]. Tradisi ini mungkin saja sudah ada sebelum bangsa Indonesia merdeka. Prosesnya adalah dengan mengantar atau memberikan sebuah paket makanan [umumnya terdiri dari nasi dan lauk pauk, dan kadangkala ditambah dengan kue atau buah] kepada tetangga dan saudara dalam rangka memperingati sesuatu hal.

Memperingati sesuatu hal apakah itu?
Bisa karena ada warga yang mengadakan hajatan [khitanan atau pernikahan], moment suatu bulan [rajab, awal ramadhan], seminggu menjelang hari raya idul fitri, seminggu selepas hari raya idul fitri [kupatan], dan lain sebagainya. Untuk suatu hajatan, biasanya Ater-ater hanya dilakukan oleh pihak yang mempunyai hajat dan memberikan kepada tetangga serta saudara sekitar. Sementara untuk moment-moment yang lain [seperti pada bulan rajab, menjelang ramadhan, menjelang idul fitri] kegiatan Ater-ater dilakukan oleh hampir semua lapisan masyarakat yang mampu, artinya tiap-tiap orang yang mampu untuk Ater-ater [sepertinya berkewajiban] untuk memberikan makanan kepada tetangga dan saudara, hingga bisa dikatakan terjadi suatu proses pertukaran menu dan masakan dalam masyarakat tersebut. tersenyum lebar

Seperti hari ini, seminggu menjelang hari raya idul fitri, masyarakat di sekitar mulai disibukkan dengan kegiatan Ater-ater, termasuk keluarga saya. Orang tua wanita sibuk memasak di dapur, sementara remaja putri sibuk berkeliling Ater-ater ke rumah tetangga sekitar. Fenomena seperti ini umum ditemui di desa-desa [seperti di desa saya contohnya]. Saya sendiri bingung apa sebenarnya makna dari Ater-ater tersebut, orang tua hanya bilang bahwasannya ini adalah sebuah tradisi, tapi bukankah suatu tradisi tentunya memiliki maksud dan tujuan hingga bisa terus dilaksanakan?? Pasti ada manfaatnya kan?? Kalau tidak ada manfaatnya, mengapa harus dilaksanakan??

Hmmm... akhirnya saya membuat suatu kesimpulan dari pemikiran saya sendiri tentunya, bahwasannya Tradisi Ater-ater tersebut [mungkin] bertujuan :
  • Meningkatkan rasa persaudaraan antar warga. Hal ini tercermin dari kegiatan pertukaran menu masakan, artinya orang bawah dan menengah bisa merasakan masakan orang atas, begitu pula orang atas bisa merasakan masakan orang bawah dan menengah.
  • Sebagai pertanda atau peringatan akan datangnya suatu moment yang spesial. Dengan adanya Ater-ater seolah kita diperingatkan bahwa sebentar lagi sudah memasuki bulan ramadhan, atau sebentar lagi sudah memasuki hari raya idul fitri.
  • Sebagai bentuk rasa syukur karena kita masih diberi kesempatan untuk mengikuti moment spesial tersebut.
Mungkin itu yang bisa saya jelaskan tentang Tradisi Ater-ater yang saat ini masih berjalan dalam masayrakat Jawa, khususnya Jawa Timur, khususnya lagi di desa-desa. Mohon maaf kalau penjelasannya terlalu ngawur, karena ini hanya penjelasan dan pendapat pribadi tertawa.

share on facebook

Thursday, 19 August 2010

Karakter Golongan Darah

Karakter seseorang konon bisa dinilai dari berbagai macam sisi kehidupannya
Mulai dari tanggal dan bulan lahir [Zodiak], tahun lahir [Shio], hari lahir
dan bahkan dari golongan darah.
Nah pada kesempatan kali ini saya akan posting karakter seseorang
dilihat dari golongan darahnya. Silahkan disimak, mungkin cocok mengerlingkan mata









share on facebook

Monday, 28 June 2010

Nge-Cor



Secara bahasa, Nge-Cor adalah kegiatan minum Wedang Cor [halah]. Apa itu Wedang Cor?? Baiklah langsung saja akan saya jelaskan.

Wedang Cor adalah salah satu jenis minuman khas kota Jember, sebab konon katanya tidak ditemukan di tempat lain selain di kota Jember. Wedang Cor terdiri dari komposisi air susu, air jahe, gula, dan tape ketan hitam yang di mix sedemikian rupa hingga menghasilkan suatu bentuk minuman dengan rasa yang ciamik mantab jaya pol-polan [hehehe...]

Saya sendiri juga bingung kenapa kok dinamakan Wedang Cor, mungkin rasa yang dihasilkan membuat peminumnya bisa goyang nge-cor ala penyanyi dangdut [halah...ngarang]. Lha memangnya bagaimana sih rasa dari Wedang Cor?? [mungkin itu pertanyaan anda]. Saya sendiri bingung mau menjelaskan seperti apa, hanya sedikit deskripsi yang bisa saya utarakan bahwasannya Wedang Cor itu rasane manis [pengaruh gula dan susu], anget [pengaruh jahe], dan sedikit kecut [pengaruh tape ketan hitam] hehehe.... bingung kan??

Agar lebih jelas, sebaiknya anda datang langsung ke warung penyedia Wedang Cor di Jember. Warung terkenal penyedia Wedang ini ada di daerah Sumbersari, tepatnya di sebelah timur Kantor Perhutani Jember [pertigaan lampu merah], di situ ada jalan kecil [gang] masuk ke arah selatan. Nah di situlah anda bisa menikmati Wedang Cor dengan santai sambil ditemani gorengan yang juga telah disediakan [ada tahu petis, pisang goreng, tempe goreng, hongkong atau ote-ote].
Bagi anda yang berasal dari luar kota Jember dan kebetulan sedang jalan-jalan ke Jember bisa contact saya, nanti akan saya temani anda nge-cor hahahaha...


share on facebook