"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Friday, 13 July 2012

Petualangan Menuju Ranu Kumbolo


Mengawali postingan di bulan Juli ini, aku akan bercerita mengenai perjalananku menuju Ranu Kumbolo, yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sekedar informasi bagi yang belum tahu, Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung yang luasnya kurang lebih 14 Ha. Ranu Kumbolo berada di ketinggian kurang lebih 2.400 Mdpl, berlokasi di kaki Gunung Semeru dan merupakan salah satu titik berangkat untuk mendaki Gunung Semeru. Biasanya para pendaki berkemah di area Ranu Kumbolo sebelum mendaki Gunung Semeru. Baiklah saatnya cerita petualangan menuju Ranu Kumbolo dimulai, here we go...

05 Juli 2012 
Rencana awal perjalanan menuju Ranu Kumbolo akan diikuti oleh empat orang termasuk aku. Nyatanya pada hari H, dua orang mengundurkan diri. Akhirnya ya tinggal aku dan temanku, Dayat, yang jadi berangkat. Kami berdua memutuskan berangkat berboncengan dengan motorku. Kurang lebih jam 08.00 WIB, kami berdua berangkat menuju Lumajang lewat jalur Jember Selatan. Dengan semangat '45 motor digeber dengan kecepatan sedang. Jam 10.00 WIB kami berdua sudah sampai di pasar Senduro, Lumajang. Di sini kami mengecek kembali barang bawaan kami dan melengkapi logistik yang belum ada, seperti air mineral, bubur instan, dan mie instan (mau bawa dari Jember males, berat di jalan hi..hi..hi).
Cek perlengkapan dan  logistik sudah beres, kurang lebih jam 10.30 WIB perjalanan kami lanjutkan menuju Desa Ranu Pani (area pemukiman terakhir sebelum mendaki menuju Ranu Kumbolo). Perjalanan masih panjang, rute menuju Desa Ranu Pani jalannya amburadul, hampir 75% jalan makadam. Separuh perjalanan, karena merasa capek terpontang-panting batu jalanan, kami pun memutuskan beristirahat sejenak. Sepanjang mata memandang yang ada hanya pepohonan hijau, hawanya begitu sejuk.

Setelah dirasa cukup beristirahat, perjalanan kami lanjutkan. Kurang lebih jam 13.00 WIB, kami pun tiba di Desa Ranu Pani. Selanjutnya kami pun mengurus surat perijinan di Pos Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Menyerahkan surat keterangan sehat, foto copy KTP, mengisi formulir perijinan, mengisi surat pernyataan (lupa nggak bawa materai tersenyum lebar), mengisi daftar barang-barang yang kami bawa, kemudian membayar biaya administrasi, dan akhirnya surat ijin mendaki ke Ranu Kumbolo pun kami kantongi. Selanjutnya kami menitipkan motor kami di area parkir yang sudah disediakan. Kurang lebih jam 13.30 WIB, dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, kami pun berangkat menuju Ranu Kumbolo.


Woke, perjalanan panjang dimulai, jalan pelan-pelan mengikuti track yang sudah ditentukan. Jalanan mulai menanjak, jantung mulai berdegup kencang, napas ngos-ngosan. Kami istirahat sejenak, menormalkan degupan jantung dan mengatur jalannya napas. Setelah jantung dan napas sudah mulai bisa beradaptasi dengan keadaan, kami lanjutkan lagi perjalanan menyusuri jalan setapak.
Alam menunjukkan keindahannya. Cuaca cerah, hawa sejuk, pepohonan dan bukit hijau terhampar, nyanyian burung, tarian beberapa ekor tupai di atas pohon, bunga dengan aneka warna mengiringi perjalanan kami. Subhanallah... indah nian alam ini.
Saat rasa capek melanda kami pun istirahat sejenak sambil bertegur sapa dengan para pendaki lain. Di rasa istirahat cukup, perjalanan kami lanjutkan, begitu seterusnya. Kami mah orang-orang santai, lebih tepatnya sih kumpulan orang slenge'an alias setengah gila. Sepanjang perjalanan banyak ngelawak. Orang pendaki lain jalan pakai sepatu, minimal pakai sandal gunung, lha si Dayat pakai sandal jepit. Orang pendaki lain kalo' istirahat minum atau makan camilan buat nambah energi, eh kami malah merokok. Orang pendaki lain kalau lagi jalan ada yang mendengarkan musik tuh paling nggak yang didengerin lagu Top 40, lha kita jalan sambil mendengarkan lagu anak-anak... "Aku adalah anak gembala, selalu riang serta gembira.... " berguling di lantai. Nggak masalah, namanya juga kumpulan orang setengah gila, jadi harap dimaklumi aja. Perjalanan semakin menanjak, posisi semakin tinggi, wow... kami serasa berada di negeri atas awan, biutipul. Nggak terasa sore hari mulai menjelang, suasana semakin gelap, senter aku keluarkan untuk menerangi jalan. Kurang lebih jam 18.30 WIB, kami pun sampai di Ranu Kumbolo, posisi kami turun berada di seberang shelter (biasanya orang-orang mendirikan kemah di dekat shelter, di arah barat Ranu Kumbolo). Karena sudah capek dan gelap, akhirnya kami tidak melanjutkan perjalanan ke area shelter tempat orang-orang banyak mendirikan tenda. Kami putuskan untuk mendirikan tenda di tempat kami turun (seberang shelter), hawa dingin mulai menyergap. Setelah tenda berdiri, jaket, sarung tangan, dan kaos kaki dikenakan, kami pun masak mie instan untuk menghilangkan lapar. Makan mie instan diantara dinginnya malam yang bertabur berjuta bintang dan indahnya bulan purnama, sekali lagi sungguh biutipul. Acara makan selesai, kami pun segera masuk tenda dan menutup rapat badan dengan sleeping bag. Bbrrrrr.... dingin menusuk tulang, kaki seperti mati rasa, sepertinya suhu malam itu minus entah berapa derajat. Lha butiran-butiran embun dari kabut yang meresap di tenda jadi kristal es tipis-tipis man...!! Dengan badan sedikit menggigil, kami mencoba untuk bersitirahat memulihkan tenaga dan berharap pagi segera menjelang.

06 Juli 2012
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, tapi hawa dingin masih menusuk tulang. Dengan malas kami keluar tenda. Wow... jam 07.00 WIB Ranu Kumbolo masih diselimuti kabut tipis, airnya sedingin es. Matahari sebenarnya sudah bersinar, cuaca cerah, tapi karena posisi kami berada di arah timur dan terhalang bukit, otomatis cahaya dan hangatnya matahari belum bisa kami rasakan. Kami hanya bisa memandang kumpulan kemah yang berada di seberang kami, betapa nikmatnya mereka sudah bisa menghangatkan diri pada sinar matahari. Akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan di area sekitar untuk mencari sinar matahari guna menghangatkan badan sambil jeprat-jepret pemandangan yang ada. Setelah puas menghangatkan badan dan menikmati cerahnya pagi, kami pun menyiapkan sarapan. Menu pagi ini adalah bubur instan plus kopi... nikmaaat.
Acara sarapan usai, kami pun bersiap berkemas untuk pindah ke arah sebelah barat Ranu Kumbolo (tempat shelter berada). Perjalanan dari sisi timur Ranu menuju sisi barat nggak begitu jauh, hanya saja jalan setapak memang sedikit menanjak. Akhirnya yihaaa...
Sampai lokasi, kami pun segera mencari tempat mendirikan tenda. Setelah tenda berdiri, Dayat memutuskan untuk beristirahat sejenak, sementara aku berbekal Canon 400D mencoba eksplor area sekitar. Tak lupa mencoba Tanjakan Cinta, yang konon mitosnya kalau kita bisa melewatinya dengan lancar tanpa menoleh ke belakang, maka cinta kita kepada pasangan kita akan abadi, oh so sweet hi..hi..hi. Ternyata Tanjakan Cinta jalannya memang sangat menanjak, cukup berat kalau berjalan ke puncak tanpa beristirahat. Dengan napas ngos-ngosan, akhirnya aku pun berhasil sampai atas Tanjakan Cinta... yeaa. Pemandangannya sungguh luar biasa, dari atas dengan arah pandangan ke timur kita bisa melihat keindahan Ranu Kumbolo, sementara dengan arah pandangan ke barat kita bisa melihat Oro-Oro Ombo (padang ilalang yang sangat luas) sekali lagi is biutipul.
Selepas  itu aku turun kembali ke tenda. Sampai di tenda Dayat sudah bangun, lalu kami pun bikin kopi dan bersantai di depan tenda. Menikmati segelas kopi, rokok, kacang, plus alunan musik Slank dari HP yang tidak bersinyal, oh God... Subhanallah, sungguh nikmat tiada terkira. Di sela-sela bersantai, datang seseorang memberi kami bungkusan logistik, ada kopi, teh, bumbu masak, gula, garam, bahkan beras. Yah, mungkin mereka iba melihat tampang kami dan akhirnya berinisiatif memberikan bantuan langsung tunai kepada kami tertawa.
Perlahan tapi pasti suasana dingin kembali datang, rupanya sore hari telah menjelang. Kabut datang berkali-kali, cuaca terlihat mendung. Layaknya seorang dukun, kami memprediksi kalau nanti malam gerimis akan turun. Untuk berjaga-jaga agar tenda tidak tembus (maklum tenda dome kami hanya tenda murah dengan single layer), akhirnya tenda kami lapisi dengan jas hujan yang aku bawa. Petang menjelang, dan benar prediksi kami, gerimis pun turun. Cuaca semakin dingin, kami pun masuk ke tenda dan melanjutkan acara ngopi dalam tenda. Karena hawa dingin semakin terasa, kami pun masuk ke sleeping bag masing-masing dan akhirnya ZzzZz... tidur.

07 Juli 2012
Hawa masih dingin, jam menunjukkan pukul 05.00 WIB. Alamak... aku harus bangun. Sunrise pagi ini harus diabadikan. Segera aku keluar dari sleeping bag dan membuka pintu tenda, tapi weleh... ternyata cuaca masih mendung dan sepanjang mata memandang ke depan yang tampak hanya kabut, kabut, dan kabut. Tanpa putus asa akhirnya aku tetap bangun, minum, nyalakan rokok, dan keluar tenda kemudian berjalan menuju area yang agak tinggi di belakang tenda. Ternyata di luar sudah ada beberapa orang yang sudah bersiap dengan kamera masing-masing dan ingin mengabadikan momen matahari terbit. Setelah mendapatkan tempat yang dirasa cukup nyaman untuk mengambil view, aku duduk sambil berharap kabut dan mendung segera pergi dan berganti dengan datangnya matahari terbit. Rokok di tangan sudah habis, kembali aku nyalakan rokok baru, itung-itung menghilangkan dinginnya pagi. 1, 2, 3 batang rokok sudah habis, nyatanya pemandangan yang ada tidak berganti, hanya ada kabut, kabut, dan kabut. Beberapa orang yang sejalan dengan keinginanku untuk mengabadikan matahari terbit, satu persatu mulai pergi. Sementara aku masih setia menunggu, menunggu, dan menunggu. Setelah lama menunggu dan ternyata apa yang ditunggu tak kunjung datang, aku pun memutuskan kembali ke tenda. Si Dayat rupanya sudah bangun dan duduk santai di depan tenda. Setelah cuci muka dengan dinginnya air Ranu Kumbolo, kami mulai masak untuk sarapan. Acara masak dan sarapan selesai, dan kami tutup dengan menikmati segelas kopi... santai di depan tenda. Kemudian kami packing, membersihkan sampah dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah yang ternyata sudah di sediakan di area Ranu Kumbolo, serta bersiap turun kembali ke Pos Ranu Pani. Setelah semuanya selesai kurang lebih jam 11.00 WIB, kami pun turun ke Pos Ranu Pani. Sepanjang perjalanan kami berinisiatif memunguti sampah-sampah plastik yang berserakan dan dibuang begitu saja oleh orang-orang yang lewat. Ada plastik bekas air mineral, bungkus permen, bungkus mie instan, bungkus coklat, bungkus snack, dan lain sebagainya. Sampah-sampah tadi kami kumpulkan ke dalam tas plastik dan mengikatkannya ke tas carrier kami. Sebuah penghormatan kecil kami terhadap alam. Seharusnya kita sadar diri, alam sudah memberikan keindahannya kepada kita, tapi kenapa kita malah mengotorinya?? Ya nggak?? Yah, semoga ke depannya kita semua diberi kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Amin. (cieee... tumben kumpulan orang yang sedikit gila bisa berpikir waras) tertawa.

Alhamdulillah perjalanan lancar, karena jalan yang dilalui lebih banyak menurun dari pada menanjak, walau tetap saja bikin kami ngos-ngosan. Kurang lebih jam 15.00 WIB kami sampai di Pos Ranu Pani. Kami pun melapor kembali ke Pos, untuk memberitahukan bahwa kami sudah turun dengan anggota lengkap sesuai dengan laporan sebelum berangkat. Acara laporan selesai, selanjutnya aku ambil motor di bagian parkir, jam 15.30 WIB kami pun pulang kembali ke Jember. Sekali lagi perjalanan lumayan lancar, walau jalan makadam tapi track nya menurun. Ranu Pani - Senduro - Lumajang - Jember (via utara alias jalan utama). 18.30 WIB kami pun selamat sampai rumah. Yeah... petualangan yang menyenangkan, dan suatu saat aku akan kembali lagi untuk mengunjungimu wahai Ranu Kumbolo.

Beberapa Hasil Jepretan
 


share on facebook

Thursday, 14 June 2012

Siklus Waktu




Duka datang tak terbayangkan
Bagaikan mimpi
Kepergian itu sangatlah nyata
Kita memang terpisah

Siklus waktu tlah mengajarkan
Sang mentari pun terbit dan tenggelam
Lihatlah...

Perpisahan hanyalah perpindahan kehidupan
Sebenarnya dia tak sungguh hilang
Hanya terpisah dengan raga

Kepergian itu menusuk hati
Menembus jiwa
Derai air mata takkan membuat
Dia bahagia di sana

Siklus waktu tlah mengajarkan
Sang mentari pun terbit dan tenggelam
Lihatlah...

Perpisahan hanyalah perpindahan kehidupan
Sebenarnya dia tak sungguh hilang
Hanya terpisah dengan raga

Kehidupan diwarnai yang datang dan yang pergi
Maka bangunlah dia tak sungguh hilang
Hanya terpisah sementara

(Cupumanik - Siklus Waktu)

share on facebook

Tuesday, 12 June 2012

Jodoh


Sebuah kata yang sangat misterius. Konon jodoh adalah sebuah rahasia Illahi. Haruskah jodoh itu dicari atau cukup ditunggu?? Entahlah... Ada yang bilang jodoh itu cukup ditunggu saja, nanti kalau sudah saatnya pasti dia akan datang. Ada pula yang mengatakan, jodoh itu nggak cuma ditunggu, tapi harus berusaha dicari, harus ikhtiar. Nah mencarinya kemana ya?? Entahlah...
*Mencari dan menanti jodoh datang* #Eeaaaaa

share on facebook

Thursday, 7 June 2012

Radio Show



Radio Show 
OK, kali ini aku akan membahas mengenai Radio Show. Apa itu Radio Show?? Yakin nggak tau acara Radio Show?? Ckckckck... kasihan deh loe...!! Baiklah biar kalian semua nggak jadi insan yang patut dikasihani, akan aku jelaskan sedikit deskripsi mengenai acara Radio Show. Tapi sebelumnya mohon maaf, bukannya mau beriklan atau apalah namanya, karena postingan ini akan membahas suatu acara televisi. Kalau pun nanti dianggap ngiklan, it's OK nggak masalah, aku ikhlas dan ridho beriklan secara gratis, toh acara ini bagus dan memang layak untuk di iklankan.hebat



Radio Show adalah sebuat program acara dari tvOne. Program acara ini merupakan program acara musik yang ditayangkan secara live. Pada awal kemunculannya acara ini bisa disaksikan di tvOne setiap hari Senin-Jumat, dari jam 22.30 WIB sampai dengan jam 02.00 WIB. Dan akhirnya kini bisa disaksikan setiap hari pada jam 23.00 WIB sampai jam 01.00 WIB.

Segmen acaranya selain menyuguhkan penampilan live musisi hebat Indonesia juga diselingi dengan pemutaran video klip dari band-band legend, serta dialog interaktif dengan narasumber yang cukup inspiratif.
Aku sendiri lupa kapan acara ini perdana tampil di televisi. Yang aku ingat awal munculnya acara ini dipandu oleh presenter kawakan Sys NS. dan disiarkan secara langsung dari salah satu cafe di daerah Kemang, Jakarta. Nggak lama setelah itu Sys NS. didampingi oleh Sandy PAS Band dalam membawakan acara Radio Show. Kehadiran host baru, Sandy PAS Band cukup menyemarakkan acara ini, karena apa?? Karena Sandy PAS Band itu orangnya ceplas-ceplos dan sedikit cerewet (damai om Sandy). Karena alasan kesehatan, Sys NS. beberapa kali absen sebagai host Radio Show, hingga akhirnya host Radio Show total dipegang oleh Sandy PAS Band.

Lama berjalan, entah sudah berapa kali episode dan kemungkinan dikarenakan tempat yang sempit sementara penonton yang datang ke cafe Kemang cukup membludak, akhirnya acara Radio Show dipindah ke Plaza Festival, daerah Kuningan, Jakarta. Acara Radio Show yang semula dibikin di indoor, kini pindah ke outdoor, makin mantap...!!
Berhubung tempat sudah cukup memadai, alhasil musisi pengisi acara pun selalu tampil maksimal dalam setiap performanya. Berbeda dengan acara musik-musik yang marak di channel televisi lain (yang konon katanya penyanyinya banyak yang lipsync dan penonton yang datang adalah penonton bayaran dengan gaya joget kucek jemur muntah you know lah yang aku maksud). Di Radio Show semua itu nggak ada man (to Wagiman, Suparman, dan Man man yang lain... salam metal!!), di Radio Show semua musisi yang tampil adalah musisi hebat, nyanyi hebat tanpa lipsync, performa hebat dengan skill bagus, dan penontonnya nggak kalah hebat, karena yang datang mayoritas adalah fans sejati musisi yang tampil.

Kerap kali Radio Show menampilkan musisi-musisi indie (bahkan dari berbagai daerah) selain tentunya menampilkan musisi kaliber nasional yang sudah malang melintang di dunia musik Indonesia. Hampir semua genre musik disajikan, mulai dari Rock, Punk Rock, Rock Metal, bahkan Undergorund, kemudian ada Blues, Jazz, Pop, Reggae, bahkan Etnik. Kecuali genre-genre dan musisi industrial yang marak sekarang ini, sepertinya hanya itu belum ada di Radio Show (dan sepertinya nggak bakal ada ding). Beberapa deretan musisi hebat yang sudah tampil di Radio Show antara lain: Slank, BIP, Boomerang, RI1 (Projectnya Roy Jeconiah dan John Paul Ivan), Jamrud, Edane, Voodoo, Power Metal, Superman Is Dead, The SIGIT, Bondan & Fade 2 Black, Gugun Blues Shelter, Rama Satria, Burgerkill, PAS Band, Netral, /rif, Tony Q Rastafara, Souljah, Fariz RM., Endah 'N Rhesa, Andien, Tompi, Drew, dan masih banyaaaaaak lagiiii musisi-musisi hebat yang di tampilkan di Radio Show. Bahkan nggak jarang Radio Show dijadikan sebagai tempat reuni musisi berkelas, seperti PAS Band yang sempat mengajak Richard Mutter (Ex. Drummer PAS Band) untuk tampil bersama, kemudian ada Sahara yang tampil full sejak personil pendiri sampai personil yang sekarang.

Intinya acara ini sangat bagus dan sangat aku rekomendasikan buat ditonton, khususnya bagi kalian yang suka musik hebat. Acara TOP ini layak dapat bintang dan layak diacungi 1.000 jempol (dua jempol tangan dari aku, dan sisanya aku pinjam dari tetangga-tetangga se-kampung) hebat.

Host

Sebuah acara akan menarik jika dipandu oleh pembawa acara yang menarik pula. Seperti yang sudah aku paparkan di atas, bahwa pada awal kemunculannya Radio Show dipandu oleh presenter sekaligus penyiar radio kawakan, yaitu Sys NS., kemudian Sys NS. dapat teman baru yaitu Sandy PAS Band. Sekian lama berlangsung, akhirnya Sys NS. tidak lagi menjadi host Radio Show. Saat itu Radio Show total dipandu oleh Sandy PAS Band, hingga kemudian Sandy PAS Band dapat teman host baru, yaitu Lukman Superglad (biasa dipanggil Bulux, vokalis sekaligus gitaris Band Indie, Superglad) hingga saat ini. Kedua host ini sama-sama gila dan kocak, kadang kala saling ejek-ejekan, pokoknya soal kegilaan, keduanya cukup kompak.
Hingga pada suatu malam, seperti biasanya saat jam dinding menunjukkan pukul 23.00 WIB dan kebetulan warnet sepi, aku bergegas menutup usaha warnetku dan langsung menuju kamar guna nonton acara Radio Show. Mata yang semula terasa agak berat karena serangan kantuk, tiba-tiba jadi segar dan melek seketika. Ada apa gerangan?? Rupanya hal ini dikarenakan acara Radio Show malam itu ada host baru...!! Telah hadir sesosok manusia cantik laksana bidadari yang turun dari khayangan...!! Siapakah gerangan dirinya?? Dia adalah Anita Maerani atau dikenal sebagai Anita Mae. Gadis cantik asal Mataram, Lombok, yang terhitung baru di dunia selebritis.




Bagaimana friends?? Cakep kan?? jatuh cinta 
Menurut informasi yang aku dapat di google, sebenarnya Anita Mae ini sudah cukup lama nongol di televisi, khususnya sebagai pembawa acara televisi. Namun sebagai manusia yang jarang nonton tv, aku taunya ya pas doi tampil jadi host di Radio Show. Dan tentu saja, sebagai lelaki normal yang masih tuna asmara, seketika itu juga aku langsung terkesima oleh kehadirannya. pipi memerah 
Tampil dengan busana cukup menawan akan tetapi membawakan sebuah acara musik dengan apa adanya. Oh... manisnya...
Pada awalnya aku kira doi cuma sebagai host tamu, ternyata eh ternyata  si doi terus-terusan jadi hostnya Radio Show. Makin betah melek nih. Mungkin doi jadi host buat ngimbangi 2 host sebelumnya yang nggak karu-karuan tertawa (sorry om Sandy dan om Bulux damai). Apalagi kalo' pas doi tampil pake' kacamata gitu, doh... makin terlihat cakep, sumpah deh.

Moga-moga aja doi bisa jadi host Radio Show selamanya, biar yang nonton makin semangat dan makin betah melek.

Baiklah, demikian sedikit penjelasanku mengenai Anita Mae, eh maksudku mengenai acara Radio Show di tvOne. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan rujukan buat kalian semua saat nonton acara televisi. Jangan lupa tonton terus Radio Show setiap hari, dari jam 23.00 WIB sampai jam 01.00 WIB. Salam Rock...!! 
Sumber  Photo (Capture dari Video Radio Show)



Oh... Anita Mae... melamun

share on facebook

Wednesday, 6 June 2012

Error 99 di Kameraku


Konon Error 99 ini adalah penyakit bawaan kamera DSLR Canon. Biasanya penyakit ini menyerang lensa kit dari kamera. Saat kita akan memotret sebuah obyek, tiba-tiba di layar LCD muncul tulisan Error 99 dan kita diminta untuk mematikan kamera kemudian menghidupkannya kembali. Error 99 menyerang lensa bisa pada range tertentu atau secara keseluruhan.
Nah kebetulan kamera jadulku (EOS 400D) mengalami penyakit ini. Error 99 muncul saat zoom ring diatur pada range tertentu. Cukup menyebalkan memang. Setelah googling, banyak tips dan trik untuk mengatasi penyakit bawaan ini. Beberapa tips menyarankan agar kita membersihkan konektor (terminal kuningan) dengan penghapus pensil, tapi setelah aku coba nyatanya cara ini tidak berhasil (atau mungkin caraku yang salah??). Ada pula yang menyarankan untuk membawa ke tempat service resmi guna menanggulangi penyakit Error 99 ini, bahkan ada pula yang menyarankan agar kita membeli lensa baru saja dari pada merepotkan. Huaaa... padahal harga lensa kan nggak murah. Eman kalo' kataku (maklum kere) hi..hi..hi.

Akhirnya ada sebuah tips dan trik yang aku dapat dari forumnya Fotrografer.net. Setelah aku praktekkan, alhamdulillah Error 99 bisa diatasi. Bagaimanakah caranya?? Cukup simpel.
Tinggal pasang secuil selotip pada konektor (terminal kuningan) yang ada pada lensa kit...!!
Apa bisa?? Lha buktinya bisa. Apa nggak bahaya?? Alhamdulillah sudah beberapa bulan dipraktekkan, sampai sekarang masih tokcer nggak ada masalah, lagian bukan bom kan, jadi nggak bahaya kok tersenyum lebar.
Namun, perlu diingat, bahwasannya cara tersebut di atas tetap mempunyai konsekuensi. Apakah itu??
Karena konektor (terminal kuningan) di lensa dikasih selotip, otomatis lensa nggak konek dengan body kamera, sehingga dalam hal ini lensa kamera nggak terbaca oleh body kamera. Maka setting aktivitas memotret semuanya dilakukan secara manual (baik itu mode kamera, maupun pengaturan lensa). Dengan kata lain, lensa kamera nggak bisa di-auto focuskan. Aku pikir itu nggak masalah tho?? Dari pada lensa dibuang sayang, alias tergeletak tidak digunakan hayoo?? Itung-itung menajamkan mata dan feeling saat motret.
Nah, di sini body kamera kan nggak membaca lensa, terus pengaturan aperture nya gimana??
Untuk pengaturan aperture nya, disetting dahulu saat lensa belum di selotip. Jadi sebelum di kasih selotip, pasang lensa pada kamera, kemudian pilih mode Manual, dan setting aperture nya. Setelah itu lepas lensa, pasang selotip, dan pasang kembali lensa pada kamera. Secara otomatis aperture akan mengikuti settingan kita tadi. Aku di sini menyetting aperture dengan bukaan kecil (F/11), karena lensa yang berselotip ini biasanya aku gunakan untuk memotret landscape. Sementara untuk potrait atau close-up aku pakai lensa cadangan, lensa Fix 50 mm.

Baik, demikianlah sedikit tips dan trik untuk mengatasi Error 99 yang biasanya muncul di DSLR Canon. Semoga bermanfaat. Salam jepret metal metal!!.


share on facebook