"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Sunday, 3 May 2009

Pejuang Kehidupan


Pak Sudarman..begitulah namanya, berangkat dari rumah jam 2 siang, menempuh perjalanan kurang lebih 18 km, dengan hanya berjalan kaki. Sampai di tempat tujuan langsung menyiapkan dagangannya. Duduk dengan sabar, terik matahari tak dirasa, guyuran air hujan sudah terbiasa demi menunggu pembeli. Barang yang dijual pun tidak istimewa. Terkadang singkong, ubi jalar, kelapa. "Seadanya saja, yang penting bisa dijual dan menghasilkan uang", begitulah katanya.

Duduk sendiri di pinggiran trotoar dengan hanya memakai pakaian seadanya yang terkadang dibalut dengan jas hujan yang sudah lusuh. Mulutnya berkomat-kamit tiada henti membacakan dzikir dan shalawat Nabi. Masih menunggu..menunggu..dan terus menunggu pembeli. Malam menjelang, sebotol kopi dan rokok menemaninya untuk mengusir hawa dingin. "Selama masih ada kopi, walo seharian saya nggak makan juga kuat kok", katanya.


Beraneka jenis mobil dan motor melaju di depan tempat dia bekerja, seakan penunggang mobil dan motor tidak sadar akan kehadirannya. Masih dengan sabar dia menunggui dagangannya yang terkadang laku dan terkadang tidak laku sama sekali. Dia akan menunggui dagangannya dan akan menunggu datangnya pembeli hingga jam 8 pagi. Laku atau tidak, jam 8 pagi dia pulang kerumah untuk beristirahat guna menyiapkan staminanya untuk beraktivitas kembali dengan rutinitas yang sama.


Bagi saya sosok Pak Sudarman bukan hanya seorang penjual singkong pinggir trotoar. Bagi saya Pak Sudarman adalah seorang guru, yang telah mengajarkan berbagai macam ilmu kehidupan.
  1. Sedikit mengeluh dan banyak bersyukur. Itu pelajaran pertama yang bisa saya tangkap dari Pak Sudarman. Apapun keadaan yang telah diberikan oleh Allah SWT sebisa mungkin hal tersebut disyukuri, dan sebisa mungkin untuk tidak mengeluh. "Mengeluh hanya akan menambah beban hidup kita semakin berat", begitu kata Pak Sudarman.
  2. Hidup adalah perjuangan. Jangan mudah menyerah terhadap keadaan. Berusaha dan terus berusaha. Kerasnya hidup yang menghimpit Pak Sudarman tidak membuatnya menyerah untuk terus berjuang. Dia tidak mau menjadi seorang yang meminta-minta. "Selama masih mampu, berusahalah. Selama masih sanggup mencari, jangan pernah untuk meminta".
  3. Berusaha untuk bertanggung jawab. Pak Sudarman sadar akan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Dia harus mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, walau itu dilakukan dengan sangat susah payah.
Sekarangpun saya masih dalam proses taraf belajar atas ilmu yang telah diajarkan oleh Pak Sudarman. Maukah sodara dan sodari ikut belajar bersama saya???


share on facebook

Friday, 1 May 2009

Slank Peduli


Slank kembali peduli
bagi warga masyarakat yang di lingkungannya sedang ada pembangunan sarana umum, seperti sekolahan, masjid, dan sarana umum yang lain
dan membutuhkan bantuan, guna penyelesaian pembangunan tersebut
silahkan kirimkan proposal pembangunan ke
Markas Slank : Jl. Potlot III/14 Duren Tiga Jakarta Selatan 12760
Untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi www.slankfansclub.com

share on facebook

May Day


Hari ini tanggal 1 Mei, biasa diperingati sebagai Hari Buruh, di sebagian negara hari ini adalah hari libur (Indonesia kaya'nya ndak ya??..hehe). Umumnya hari ini dimanfaatkan oleh para buruh untuk demonstrasi. Mereka meneriakkan tuntutan-tuntutannya demi memperbaiki kesejahteraan hidupnya, walau kemungkinan Si Juragan tutup telinga.

Entahlah aku sendiri sebenarnya juga ndak tahu pasti, bagaimana sebenarnya sistem per-buruhan di Indonesia, aku cuma bisa berharap semoga para Juragan bisa lebih memperhatikan kesejarhteraan dan hak-hak para buruh.
Semoga...

share on facebook

Mencoba Memperbaiki Friendster yang Kena Hack

Pertama, log in ke friendster dan langsung aja masuk ke bagian settings. Atau kalo misalnya sudah log in, langsung klik www.friendster.com/editaccount.php Nah, setelah masuk ke bagian panel settings, sekarang langkah pertama adalah menjalankan safe mode/mode aman ala friendster.

Ubah posisi safe mode yang semula no menjadi yes. Gunanya adalah untuk menonaktifkan semua script dan perintah HTML yang ada di dalam profile. Nah, setelah selesai sekarang kita menuju profile awal. Loh, kok codenya semua berantakan? Nggak usah khawatir. Ini hanya sementara kok untuk fixing masalah orang ga jelas a.k.a orang jahil yang tadi. hehe. Ok, sekarang kita menuju ke bagian comments. Silakan klik http://www.friendster.com/comments.php untuk melihat dan menelaah comment yang patut untuk dicurigai.

Bagaimana kita bisa tahu itu comments orang yang jahil apa enggak? Caranya gampang kok, isinya itu pasti code yang aneh-aneh. Pokoknya rumit deh untuk dijelasin, hehe. Jangan ragu, langsung aja delete tuh comments. Biasanya, comment orang jahil itu akan bekerja jika ada pada halaman awal comment kita. Kalo dia udah ganti ke halaman ke dua dan seterusnya perintah basic HTML itu ga akan berpengaruh pada profile kita. Jadi yang perlu kita cari adalah comment pada halaman awal aja. Nah, setelah selesai di delete. Sekarang kita balik ke bagian settings panel lagi. Ubah posisi safe mode yang sekarang yes menjadi kembali seperti semula (no). Sekarang lihat kembali profile inti, sudah hilang kan? Dan profile kamu udah kembali seperti semula. Semoga menjadi pelajaran bagi teman-teman semua.

Satu cara lagi agar friendster kita lebih aman dari orang jahil. Jangan merubah settings approve comments automatically menjadi always! Itu syarat utamanya. Silahkan rubah setting tersebut menjadi teman saja. Fungsinya agar kita lebih selektif untuk memfilter semua comments yang masuk, agar kasus serupa tidak terjadi lagi.


share on facebook

Thursday, 30 April 2009

Buka Mata Buka Telinga

Seharian ini aku bener-bener cukup puas melakukan serangkaian perjalanan hidup. Hari ini warnet dan rental komputer-ku, aku tutup (maap buat para pelanggan sekalian..hehe). Hari ini memang aku khususkan buat refreshing alias mengurangi kejenuhan. Selain itu refreshing hari ini juga terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya. Biasanya aku refershing sambil nunggang motor kesayangan, tapi hari ini aku naik angkot plus jalan kaki, pasalnya motor kesayanganku sudah aku jual...huehehehe.

Siang hari aku pergi ke toko komputer milik teman, selain untuk ajang silaturrahmi juga untuk menyetorkan uang cicilan komputer (mbayar utang..haha). Sampe' di sana trus ngobrol
ngalor ngidul, mulai soal sepinya customer yang beli komputer sampe' soal caleg yang pada gila. Ndak lama kemudian datang seorang bapak setengah baya, dia senyum kepada ku, aku balas juga senyumnya, trus dia berbicara dengan bahasa tubuh...astaghfirullahaladzim ternyata bapak itu bisu (maap pak, tadi sebenarnya aku agak bingung sampeyan ngomong apa..hehe). Ternyata dia mau mijit temanku yang punya toko komputer itu. Dasarnya aku agak bingung sama bahasanya, jadi ya cuma bisa balas senyumannya sambil mengacungkan ibu jari..hehe. Dari situ kemudian aku mulai berfikir, Ya Allah..puji syukur alhamdulillah Engkau telah anugerahkan kesempurnaan indera untuk berbicara ini. Tapi kemudian aku berpikir lagi, wah ternyata bapak tadi juga beruntung, dia bisa terbebas dari dosa yang dilakukan oleh mulutnya. Jadi pelajaran pertama hari ini "Kita harus bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT..apapun itu".

Setelah cukup puas ber silaturrahmi sama temen yang punya toko komputer, perjalananku aku lanjutkan untuk ber silaturrahmi ke ibu penjual nasi plus kopi yang biasa mangkal di trotoar jalan sekitar kampus Jember (tempat favorit buat nongkrong niy).. ah sudah lama rasanya tidak menikmati kopi buatannya. Jalan kaki kurang lebih 500 meter, akhirnya nyampe' juga di warung si ibu.
"Boh..mak abbit tak denna' cong" (waduh, kok lama nggak pernah ke sini, nak), sapanya dengan logat Madura yang kental. Aku hanya bisa senyam-senyum sambil berkata "De' remma pole buk, jek la tak andik sepeda" (ya mau gimana lagi bu, lha wong aku sudah ndak punya motor). Tanpa nunggu lama aku langsung pesen kopi 1 gelas, sambil nunggu kopi buatannya jadi, datanglah teman-teman tukang becak yang biasa mangkal di warung itu juga. "Neng endi wae boz, kok suwi gak tau ketok?" (kemana saja boz, kok lama nggak pernah kelihatan?), tanya salah seorang tukang becak, dengan bahasa jawa yang kental logat madura (wuuaaa...maksa banget tu orang ngomong jawa..haha). "Biasa, sibuk nggolek duit karo nggolek calon bojo" (biasa lah, sibuk cari uang sama cari calon istri), kataku sambil tertawa. Aha..kopi sudah datang rupanya...ssllluuurrrppp...alhamdulillah nikmat sekali rasanya. Sambil menikmati segelas kopi (tidak lupa sambil menghisap rokok..hehe) aku putar lagu-lagu SLANK yang ada di HP-ku. Aku lihat keadaan sekitar, banyak motor, mobil, dan mahasiswa yang berjalan kaki lalu lalang di depanku, ada sekumpulan kuli bangunan tengah menurunkan besi-besi dari truk, ada pengemis, ada pengamen yang menenteng gitarnya, ada juga orang gila yang sudah sangat aku kenal gayanya, karena sering ketemu (jujur sampe' sekarang aku masih penasaran, apa yang sebenarnya dia pikirkan..hehe). Hmmhh..inilah hidup, dengan berbagai jenis peran kehidupan.

Kemudian mataku tertuju pada sebuah kejadian di dekat toko buku. Di sana ada sepeda motor yang nggak bisa keluar karena terhimpit oleh 2 mobil. Pemilik motor bingung gimana cara ngluarin motornya. Setelah aku liat dengan jelas..wah ternyata si pemilik mobil tuw yang parkir sembarangan. Kemudian si pemilik motor minta ke salah satu penjaga toko buku untuk nyari si pemilik mobil tadi. Kemudian si pemilik mobil keluar toko dan melihat posisi motor. Eh, kirain dia mau mindahin mobilnya, ternyata dia cuma nyuruh si pemilik motor untuk nyoba ngluarin motornya sekali lagi. "Dicoba sekali lagi pak, pasti bisa kok..cuma gitu aja masa' nggak bisa..tapi hati-hati ya", kata si pemilik mobil. Duh pak..apa susahnya siy mindahin mobilnya dikit, biar si pemilik motor biasa ngluarin motornya. Ngalah sedikit apa susahnya siy, pikirku (aarrgghh...agak sedikit jengkel juga). Huufftt..sabar-sabar, dapat juga pelajaran kedua "Kita hidup nggak sendiri, mari belajar melepas pakaian kesombongan kita". Jadi inget tulisannya mbak rindu hehe...

Ahh...aku rasa sudah cukuplah
ngopi-nya. Saatnya melanjutkan perjalanan. Tujuanku kali ini ke rumah temen untuk mbetulin komputernya. Rumahnya agak jauh dari tempat aku ngopi, jadi mesti naek angkot. Brrrmmm....angkot jalan, di dalam angkot ketemu ma banyak wajah, ada adek-adek yang baru pulang sekolah dan baru pulang kuliah, ada bapak-bapak yang (sepertinya) baru pulang kerja, ada ibu-ibu yang entah dari mana hehe..Selama perjalanan aku sibuk melihat pemandangan sepanjang jalan yang angkot lewati, sambil sesekali melirik sopir angkot yang dengan giat menawarkan jasanya kepada orang-orang yang berdiri di pinggir jalan. Wah, pekerja keras juga bapak ini rupanya, semangat pak..!! Sampai di sekitar pasar, aku liat seorang temanku yang bekerja sebagai tukang parkir tengah melaksanakan tugasnya. Wah, gagah juga dia dengan seragam PEMDA-nya..semangat prend..!!

Akhirnya setelah kurang lebih 15 menit, sampe' juga di rumah temenku. Ehem...agak jaga sikap niy, maklum rumah temenku ini gabung ma pondok pesantren putri yang dikelola oleh abahnya (santrinya cakep-cakep lho, bagi 1 dong boz..huehehe). Saatnya bongkar komputer...setelah bekerja keras (eh..ndak terlalu keras ding, biasa aja kok) akhirnya selesai juga mbetulin komputer. Sebelum pamit pulang masih menyempatkan untuk ngobrol-ngobrol sebentar. Setelah dirasa cukup, pamit pulang..jalan kaki lagi menuju jalan utama (lumayan itung-itung olah raga..hehe).


Naek angkot lagi, di dalam angkot ketemu berbagai macam wajah lagi...Wuuusshh..nyampe' juga di terminal. Turun dari angkot dah diserbu ma orang-orang, duh..gini ini resiko kalo jadi artis, woi sabar-sabar, kalo mau minta tanda tangan satu-satu yak..haha..(itulah khayalanku). Kenyataan yang ada mah jauh dari itu, orang-orang yang berebut tadi tuw para kenek angdes (angkutan pedesaan) yang menawarkan jasanya, dan berharap agar mobil angdesnya dinaiki oleh orang-orang yang baru turun dari angkot. Sebelum memutuskan naek angdes,
clingak-clinguk sebentar, mencari-cari seorang teman lama yang kerja jadi kenek..kaya'nya dah lama ndak ketemu ma dia (berharap juga sapa tau bisa naek angdes gratis..haha..parah).
Akhirnya perjalanan cukup menyenangkan akan segera berakhir, saatnya naik angdes dan pulang mnuju home sweet home. Di dalam angdes kembali termenung melihat pemandangan sepanjang jalan sambil berpikir, pelajaran apa lagi ya yang bisa di ambil..Aha, pelajaran ketiga "Dimanapun, kapanpun selalu mencoba buka mata dan buka telinga, maka kamu akan menemukan sebuah pelajaran hidup".

share on facebook