"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Friday, 30 April 2010

Refreshing Akhir Bulan

Akhir bulan diisi refreshing. Tempat usaha ditutup dulu untuk sementara. Hari ini refreshing mancing di sungai bersama 2 orang teman. Lumayan dapat ikan banyak walau kecil-kecil hahaha...

Sore hari kegiatan mancing usai, langsung pesta kecil-kecilan ala bujangan. Goreng ikan sendiri, bikin sambel sendiri [agak asin, sudah pada kebelet kawin semua... hahahaha], tidak lupa rebusan daun singkong dan pepaya [jawa : kulupan]. Mantabz jaya...!!

Penat dan stress sedikit berkurang. Bener kata Bang Haji Rhoma :

.....
Yuk kita santai agar syaraf tidak tegang... Yuk kita santai agar otot tidak kejang
.....
Satu hari di dalam satu minggu... Kita gunakan untuk bersantai
Macam-macam persoalan yang ada... Coba hari itu dilupakan
Santai... Santai... Yuk kita santai...


share on facebook

Wednesday, 28 April 2010

Burungku...Wuuaaaa....!!

Burungku...Eh, burung piaraan ilang...!!
Wuaaaa...sore hari tadi pas mau masukkan burung, eh...pas mau masukkan burung piaran ke dalam rumah ding, 1 sangkar pintunya kebuka dan burungnya ilang...!!

Di rumahku ada 4 sangkar burung piaraan. 2 sangkar berisi masing-masing 1 burung Kenari, kemudian 1 sangkar berisi burung Cucak Ijo, dan 1 sangkar berisi sepasang burung Gelatik.
Dan yang ilang adalah...Jreeeng, sepasang burung Gelatik...!! Wuaaaa...!!

Hmmmh...apalah daya nasib sudah menjadi bubur [emang bisa nasib jadi bubur??] hahaha...
Ya sudahlah...diterima aja. Di ikhlaskan saja [begitu nasehat orang tua].

Hati kecil hanya bisa menerka, dicurikah?? atau burungnya sudah sangat cerdik dan berhasil membuka pintu sangkar hingga akhirnya kabur?? atau mungkin ada konspirasi dengan sekawanan burung lain?

Ah...entahlah.

share on facebook

Monday, 26 April 2010

Arrrggghh...Gelap

Warnet Funny Computer Bangsalsari Jember - 17.40 WIB
Byar pet...!! [kata-kata untuk mendeskripsikan bahwa lampu padam seketika]

Haduw...!!, terdengar teriakan dari client di sebelah yang lagi nge-net. Hadah...!! kembali terdengar teriakan dari client di sebelah pojok. Semua yang ada diruangan terdengar melontarkan kata-kata kesal dan mengeluh, termasuk diriku.
Samar-samar terdengar suara ibukku dari rumah sebelah, "Ealah...ora ono udan, ora ono angin kok yo mati lampu tho..." [Ealah...tidak ada hujan, tidak ada angin kok listriknya padam].

Sekali lagi kegiatan sore hari itu terganggu oleh "Pihak Ketiga". Lho...memangnya siapakah "Pihak Ketiga" itu?? Kalau aku jelaskan secara rinci, panjang ceritanya. Mending baca aja postinganku yang ini biar jelas hehehe...

Baik, mari kita kembali ke ruangan warnet yang sekarang mendadak menjadi gelap. Aku mulai membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana yang sunyi. Aku tanya ke client sebelah yang tidak lain adalah teman bermainku [kaya' anak kecil aja ya, pake' sebutan teman bermain segala hahaha...], sebut saja namanya Kangmaz.
"Hehe...piye boz?" [Hehe...gimana boz?], tanyaku.
"Duh...iki lagi download wes meh mari boz" [Duh...ini sedang download sudah hampir selesai boz], jawab Kangmaz.

Aku cuma menjawab tersenyum [nyengir lebih tepatnya], sambil bergumam di dalam hati "Woalah...gimana perusahaan penyedia listrik ini, katanya tahun 2010 nggak bakalan ada lagi yang namanya mati lampu, tapi kenyataannya kok ya tetep gini-gini aja".

Bapakku datang membawa lilin untuk memberi penerangan seadanya di warnet. Rokok aku nyalakan. Suasana masih tetap hening.

Singkat cerita aku dan Kangmaz pun berpindah ke teras depan, ditemani rokok, segelas minuman [halal], kacang, dan lilin. Sambil menunggu listrik menyala kami pun ngobrol ngalor-ngidul, mulai dari soal seluk-beluk dunia internet, teman yang mengalami kebutaan, tetangga jauh yang konon katanya menjadi ketua bajing loncat [preman] ternama di seputaran daerah tapal kuda Jawa Timur, sampai tidak terasa kami pun terbawa suasana mengenang masa lalu, masa yang penuh keceriaan, masa yang hanya ada kata-kata bermain...bermain...dan bermain. Ya kami mengenang masa kanak-kanak dulu.

Lagu di HP aku putar, lagu-lagu lawas yang hits di sekitar tahun 80-90an pun mengalun, menambah pikiran kami semakin jauuuuh menuju ke belakang...menuju ke beberapa tahun silam. Kami berdua hanya bisa tersenyum mengingat masa kanak-kanak dulu.

"Ingat nggak boz...dulu naek angkdes [angkutan pedesaan] pas kita masih sekolah SMP berapa?", tanya Kangmaz.
"100 rupiah boz...Hahahaha", jawabku.
"100 rupiah masa itu masih sangat berharga ya, bisa ngantar kita sekolah, padahal jarak dari rumah ke sekolah sekitar 15 km. Ck..ck..100 rupiah boz...100...!! Hahaha", kataku.
"Sekarang 100 rupiah sepertinya sudah nggak ada harganya ya", lanjut Kangmaz.

Rokok kembali aku bakar. Keadaan masih tetap gelap [harapan kami agar listrik segera menyala ternyata belum terkabul]. Suasana kembali hening sejenak.

"Sampeyan ingat nggak boz, nama-nama teman-teman kita waktu SD? Pada kemana semua ya sekarang?", tanyaku.
Kangmaz pun menyebutkan satu-persatu, sesekali aku menambahkan. Ada beberapa teman yang sudah menikah dan punya anak. Ada beberapa yang sudah menghadap Allah SWT. Hmmm...ternyata waktu berjalan sangat cepat.

"Anak-anak angkatan kita kreatif ya boz, mau main aja harus bikin sendiri. Kalo' nggak bikin sendiri nggak bakal bisa main. Mau perang-perangan, bikin tembak mainan dari pelepah daun pisang. Mau main mobil-mobilan harus bikin dulu dari kaleng bekas atau dari sandal bekas. Bahkan ban bekas pun, cukup dijalankan dengan tangan sambil lari-larian aja sudah jadi mainan yang menyenangkan", celotehku.

"Sebenarnya itu kreatif, atau terpaksa karena kondisi keuangan kita yang kekurangan ya boz?", tanya Kangmaz.
"Hahahaha...wahahahaha". Kami berdua tertawa.

Entahlah...jujur aku hanya bisa menyimpulkan kalo' anak-anak jadul itu kreatif dan penuh imajinasi, nggak kaya' anak-anak sekarang yang semuanya serba instan. Hanya pendapat pribadi sih...no offense sama anak-anak "gaul" jaman sekarang hehehe...

21.00 WIB...Jreeng..!! Listrik kembali menyala.
"Waduh sudah jam 9 malam boz, aku tak pulang dulu persiapan bentar lagi masuk kerja di pabrik. Berapa biaya nge-net tadi??", kata Kangmaz.
"Gampang boz kapan-kapan aja, males mau ngitung sekarang hehehe....", jawabku.

[NB. pembicaraan kami di atas sudah penulis translate dari Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia]

Kangmaz pun pulang. Aku kembali bakar rokok, membersihkan sisa-sisa kulit kacang yang masih berserakan sambil tetap tersenyum mengingat pembicaraan kami tadi.
Indah memang kenangan masa kanak-kanan dulu. Yah...nggak ada salahnya lah, kalo' kali ini aku berterima kasih kepada "Pihak Ketiga" yang telah membuat suasana menjadi gelap gulita sehingga menggiring memoriku menuju kenangan masa lalu.

share on facebook

Membina Persahabatan


Berhubung otak lagi buntu alias nggak ada ide orisinil buat ditulis, akhirnya aku posting tips yang diambil dari forum sebelah [sebelahe endi se 'nu?? hehehe...].
Menurut aku tips ini sangat bagus, makanya aku posting, itung-itung turut menyebarkan informasi yang berguna bagi pembaca sekalian.

Inilah tips membina hubungan persahabatan yang baik :
  • Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan, karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati. Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai.
  • Dukunglah sahabatmu. Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan "mendorong" supaya bersama- sama dapat menjadi yang terbaik, bukannya saling menjatuhkan. Sahabat sejati adalah orang turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.
  • Bersedia untuk memaafkan. Jangan biarkan "luka" berkembang menjadi kepahitan, karena hal Ini akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan luka itu merusak hubunganmu. Dan hal yang paling penting sebenernya, jangan pernah malu atau sungkan untuk meminta maaf.
  • Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya. Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.
  • Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan.
  • Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama. Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu bersama-sama. Namun ingat, sahabat kita itu bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain selain kita. Untuk itu jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.
  • Selalu ada disaat senang maupun susah. Bergembiralah bersama mereka saat mereka sedang bergembira namun jangan ada hanya pada saat senang saja. Ketika sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, berikan mereka perhatian. Yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah sepasang telinga yang simpatik dan yang mau memahami perasaan mereka.
  • Menerima apa adanya sahabatmu. Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita.
  • Jangan jadi "Ember" alias bermulut bocor. Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu.
  • Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatanmu. Misalkan kamu sedang berdiskusi dengan sahabatmu dan waktu kamu mengemukakan pendapat yang menurut kamu benar ternyata ia tidak setuju. Bila itu terjadi, jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu dongkol. Lepaskan hasrat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu rusak karenanya.

Itulah sedikit tips untuk membina hubungan persahabatan. Ikuti langkah-langkah di atas Insya Allah hubungan persahabatan kamu akan langgeng dunia akhirat. Amin.
Akhirul kalam. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh [woalah...malah kaya' pidato]. Haha...

share on facebook

Saturday, 24 April 2010

Thanks God


Ketika ku memohon kepada Allah kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat
Ketika ku memohon kepada Allah kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan

Ketika ku memohon kepada Allah kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk berfikir
Ketika ku memohon kepada Allah keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk dapat ku atasi

Ketika ku memohon kepada Allah sebuah cinta
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk dapat ku tolong
Ketika ku memohon kepada Allah bantuan
Allah memberiku kesempatan

Aku tidak pernah menerima apa yang ku pinta
Tapi aku menerima segala yang ku butuhkan
Dan do'aku terjawab sudah...
Terima kasih Ya Rabb...I Love You Allah

share on facebook