"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Monday, 28 June 2010

Nge-Cor



Secara bahasa, Nge-Cor adalah kegiatan minum Wedang Cor [halah]. Apa itu Wedang Cor?? Baiklah langsung saja akan saya jelaskan.

Wedang Cor adalah salah satu jenis minuman khas kota Jember, sebab konon katanya tidak ditemukan di tempat lain selain di kota Jember. Wedang Cor terdiri dari komposisi air susu, air jahe, gula, dan tape ketan hitam yang di mix sedemikian rupa hingga menghasilkan suatu bentuk minuman dengan rasa yang ciamik mantab jaya pol-polan [hehehe...]

Saya sendiri juga bingung kenapa kok dinamakan Wedang Cor, mungkin rasa yang dihasilkan membuat peminumnya bisa goyang nge-cor ala penyanyi dangdut [halah...ngarang]. Lha memangnya bagaimana sih rasa dari Wedang Cor?? [mungkin itu pertanyaan anda]. Saya sendiri bingung mau menjelaskan seperti apa, hanya sedikit deskripsi yang bisa saya utarakan bahwasannya Wedang Cor itu rasane manis [pengaruh gula dan susu], anget [pengaruh jahe], dan sedikit kecut [pengaruh tape ketan hitam] hehehe.... bingung kan??

Agar lebih jelas, sebaiknya anda datang langsung ke warung penyedia Wedang Cor di Jember. Warung terkenal penyedia Wedang ini ada di daerah Sumbersari, tepatnya di sebelah timur Kantor Perhutani Jember [pertigaan lampu merah], di situ ada jalan kecil [gang] masuk ke arah selatan. Nah di situlah anda bisa menikmati Wedang Cor dengan santai sambil ditemani gorengan yang juga telah disediakan [ada tahu petis, pisang goreng, tempe goreng, hongkong atau ote-ote].
Bagi anda yang berasal dari luar kota Jember dan kebetulan sedang jalan-jalan ke Jember bisa contact saya, nanti akan saya temani anda nge-cor hahahaha...


share on facebook

Friday, 25 June 2010

Hengky Supit - Andy Liany


Kurang lebih sudah 5 hari ini, playlist musik di komputer saya bolak-balik mengalunkan lagu milik Hengky Supit dan (Alm.) Andy Liany. Bagi generasi lawas [anak angkatan 80-90an] mungkin nama Hengky Supit dan (Alm.) Andy Liany sudah nggak asing lagi. Saya sendiri sebenarnya bingung masuk angkatan mana [entah angkatan darat, laut, atau udara... hiyaaa kok nglantur se hehehe...], saya lahir pertengahan tahun 80-an dan melewati tahun 90-an dalam masa kanak-kanak, kemudian dewasa dalam era 2000, tetapi entah kenapa saya lebih suka dan tertarik dengan musik periode lawas. Mungkin saya sudah terpengaruh oleh Pak Lek saya yang ada di Jogja, karena setiap saya mudik dan kemudian main ke rumah Pak Lek saya, di sana saya langsung dicekoki musik-musik rock lawas yang secara nggak langsung ternyata telah menghipnotis telinga dan pikiran saya. Lagu dari White Lion, Firehouse, Skid Row, Slank, Power Slaves, Voodoo, termasuk Hengky Supit dan (Alm.) Andy Liany kerap menghujani pendengaran saya waktu itu.

Eh...bentar-bentar... Alamak...!! kok yang dibahas malah pribadi saya... Hahahaha. Mohon maaf ya... [malu]

Baiklah, sebelum saya jelaskan kenapa akhir-akhir ini saya suka memutar lagu milik Hengky Supit dan (Alm.) Andy Liany, alangkah baiknya kalo' secara singkat saya jelaskan terlebih dahulu siapa sebenarnya Hengky Supit dan (Alm.) Andy Liany.
Hengky Supit adalah salah satu penyanyi solo dari jalur rock yang berjaya di era 90-an. Dulu Hengky Supit kalo' nggak salah sempat bikin grup band bareng Abdee SLANK dengan nama Interview Band, tetapi belum sempat mengeluarkan album. Selepas itu kemudian gabung bersama Whizzkid Band dan sempat mengeluarkan 1 album. Karena terjadi permasalahan di Whizzkid, akhirnya Hengky Supit keluar dan memutuskan untuk bersolo karir, ternyata melalui jalur solo karir ini Hengky Supit mendapat sambutan yang cukup bagus dari penikmat musik di tanah air. Banyak lagu-lagunya yang menjadi hits, antara lain Bila Engkau Izinkan, Isi Hati, Berat Sengsara [inilah lagu yang mondar-mandir di playlist saya hehehe...]. Sekarang saya sendiri nggak tau dimana rimba Hengky Supit, konon menurut kabar, beliau sekarang ada di negeri Belanda dan masih tetap konsisten di jalur musik [entah itu sebagai pencipta lagu atau sebagai penyanyi, saya sendiri kurang begitu paham].

(Alm.) Andy Liany... Menyebut nama yang satu ini memang nggak bisa lepas dari Potlot [markas SLANK], karena bisa disebut (Alm.) Andy adalah musisi jebolan Poltot, kalo' nggak salah dulu bahkan sempat mengisi posisi sebagai vokalis di grup band SLANK [tapi masih belum sempat rekaman]. Pernah gabung juga sebagai vokalis bersama band rock Jet Liar dan Fargat 727 [bersama Pay BIP], dan akhirnya memutuskan untuk bersolo karir. Tapi sayang, penyanyi yang satu ini nggak diberi umur panjang T_T, sekitar tahun 1995 meninggal dunia karena kecelakaan. Lagu-lagunya yang menjadi hits antara lain Sanggupkah, Kata Cinta, Antara Kita [ini lagu (Alm.) Andy Liany yang mengalun di playlist saya].

Nah, sekarang saya jelaskan kenapa saya suka dengan lagu-lagu mereka. Alasan utamanya tidak lain dan tidak bukan karena suara mereka berdua memiliki karakter rock yang kuat [jujur, untuk sekarang ini sulit bagi saya mencari karakter suara seperti milik mereka berdua]. Suara mereka tinggi tapi tidak pecah [emangnya gelas... hehehe], yah ciri khas penyanyi rock era 90-an lah. Paduan suara tinggi di mix dengan aransemen rock semi blues menghasilkan komposisi lagu yang benar-benar ciamik untuk didengarkan. Secara lirik pun walau romantis, tapi menurut saya lagu mereka berdua nggak terdengar cengeng [nggak seperti band-band sekarang. Maaf bukannya sok membandingkan... hehehe]. Itulah alasan utama saya bolak-balik memutar lagu-lagu mereka, ya... saya takjub dengan karakter suara Hengky Supit dan (Alm.) Andy Liany.

Bagi anda yang mungkin belum pernah mendengarkan lagu-lagu dari mereka, anda bisa beli kaset dan CD nya [itupun kalau masih ada hehe...]. Mmmm... bagi anda yang penasaran akan suara mereka, di sini saya sertakan 1 lagu milik Hengky Supit yang bisa anda unduh. Demikian informasi dari saya, mohon maaf kalo' ada informasi yang salah. PISS


HENGKY SUPIT - ISI HATI

Di langit kutitipkan resahku ini
Di kata kuberharap
Mampu menghalau segala rasa gundah dihatiku

Karena kau telah bakar api
Tanpa kusadari, ooh, di jiwaku

Akan kurangkai semua
Kata cinta yang ada di bumi ini
Jadikan seikat kembang
Agar kau tahu semua isi hati

Semoga 'kan kau terima
Hasratku yang tulus untukmu
Dan janganlah kau biarkan
Harapan ditelan waktu

Karena kau telah bakar api
Tanpa kusadari, ooh, di jiwaku

Akan kurangkai semua
Kata cinta yang ada di bumi ini
Jadikan seikat kembang
Agar kau tahu semua isi hat
i

share on facebook

Wednesday, 23 June 2010

Assalamu 'alaikum


Assalamu 'alaikum (السلام عليكم as-salāmu `alaykum) sebuah ungkapan salam sederhana dengan makna yang sangat dalam. Saya dan anda mungkin sudah sangat familiar dengan kalimat salam Assalamu 'alaikum Warohmatullahi Wa Barokatuh, tapi mungkin hanya sedikit yang benar-benar paham makna di balik salam tersebut.

Saya ingat akan beberapa waktu yang lalu [sudah sangat sangat lama sekali], saya dan teman saya sempat ngobrol-ngobrol perihal salam. Mengucapkan salam dalam Islam hukumnya sunnah, sedang menjawabnya adalah wajib. Secara harfiah kalimat Assalamu 'alaikum Warohmatullahi Wa Barokatuh mempunyai arti atau makna "Semoga diberikan keselamatan atasmu, dan rahmat Allah serta berkah-Nya kepadamu". Sedangkan kalimat jawaban salam Wa 'alaikumsalam Warohmatullahi Wa Barokatuh memiliki arti "Dan semoga diberikan keselamatan atasmu, dan rahmat Allah serta berkah-Nya juga kepadamu".

Subhanallah...!! saat itu saya dan teman saya sempat diam sejenak sambil geleng-geleng kelapa [eh... kepala], ternyata begitu dalam arti dari salam yang selama ini terasa ringan untuk diucapkan. Bayangken saja, kita mengucapkan salam kepada seseorang dengan ikhlas berarti kita mendo'akan orang tersebut agar diberi keselamatan, diberi rahmat dan berkah Allah SWT. Dan jika orang tersebut menjawab [seharusnya memang menjawab, kan hukumnya wajib] berarti dia juga mendoakan kita agar kita senantiasa diberi keselamatan, rahmat, dan berkah Allah SWT. Dan sekali lagi bayangken jika dalam sehari kita bertemu dengan banyak orang dan saling berbalas salam, Subhanallah...!! terasa indah dan baik bukan, karena ternyata kita saling mendo'akan...!!

Imron bin Husain berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum. Maka nabi menjawabnya dan orang itu kemudian duduk. Nabi berkata, “Dia mendapat sepuluh pahala.” Kemudian datang orang yang lain mengucapkan Assalamu ‘alaikum warohmatullah. Maka Nabi menjawabnya dan berkata, “Dua puluh pahala baginya.” Kemudian ada yang datang lagi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wa barokatuh. Nabi pun menjawabnya dan berkata, “Dia mendapat tiga puluh pahala.” (Shohih. Riwayat Abu dawud, Tirmidzi dan Ahmad).

Dalam etika salam dijelaskan bahwa salam yang paling utama yaitu dengan mengucapkan Assalamu ’alaikum warohmatullahi wa barokatuh, kemudian Assalamu’alaikum warohmatullah dan yang terakhir Assalamu’alaikum. Alangkah baiknya jika salam [entah itu dalam tulisan atau pun ucapan] tidak disingkat-singkat karena nantinya dikhawatirkan akan memiliki makna yang berbeda.

Nah ngomong-ngomong soal penyingkatan salam ini, saya sendiri terkadang merasa jengkel karena banyak [sangat banyak] orang yang menyingkat-nyingkat salam seenak udelnya, entah itu melalui tulisan atau pun ucapan. Kadang sempat terlintas pikiran, "Nih orang sebenarnya tau nggak sih arti dan etika salam?", "Nih orang sebenarnya ikhlas nggak sih mendo'akan sodaranya?" Hahaha...

Tidak dipungkiri bahwa dalam kehidupan sehari-hari banyak orang [terutama anak-anak muda] yang mengucapkan salam dengan seenaknya, seperti "Mikum...!!", "Kumsalam..!!". Dan akan lebih parah lagi jika kita perhatikan ungkapan salam melalui tulisan [umumnya hal ini saya temui saat chatting], ada yang nulis "Clamekum", "Slamekum", "Askum", dan lebih lebih parah lagi ada yang nulis "Ass" Weleh, bukannya "Ass" dalam Bahasa Inggris berarti [maaf] Pantat??!! Busyeeet...!!

Jujur saja, jika ada yang nulis salam dengan menyingkat-nyingkat tidak beraturan gitu, saya tidak membalasnya dengan ucapan salam, malah terkadang saya omeli, "Mbok kalo' salam yang bener tho... bla... bla... bla..." Bukannya sok menasehati atau sok keminter, cuma memang kurang suka saja, masa' do'a yang artinya dahsyat gitu dibuat main-main.

Nah melalui postingan ini, saya cuma ingin ngasih informasi sekaligus mengajak pembaca untuk menebarkan salam dengan benar dan baik. Mohon maaf jika ada salah dan khilaf. Semoga Allah SWT mengampuni kekhilafan saya.

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).


share on facebook

Tuesday, 22 June 2010

Ngik... Ngik... Ngik...

Hadoh... hari yang cukup berat dan melelahkan. Bagi sebagian orang mungkin kejadian yang saya alami hari ini bisa dibilang wajar-wajar saja, mungkin saya yang terlalu hiperbola... Tapi ah entahlah, yang jelas saya merasa agak capek menghadapi hari ini atau kalo' mau lebih ekstrim lagi bisa dibilang hari ini hari yang [cukup] "apes" bagi saya.

Pagi hari [mmm...sebenarnya sudah siang sih, sekitar jam 09.30 WIB hahaha...] saya terbangun dari tidur, seperti biasa duduk diam sejenak sambil mengumpulkan nyawa yang masih belum genap, terus minum sebotol air putih. Sejurus kemudian saya nyalakan rokok untuk menemani saya menunaikan panggilan alam buang hajat ngik... ngik... ngik...

Setelah buang hajat, aktivitas saya lanjutkan dengan mandi pagi [eh...siang ding]. Byar... byur... byar... byur... segar terasa di badan, tapi weitz... mampus handuk lupa saya bawaaaa... ngik... ngik... ngik... Akhirnya dengan sangat terpaksa kaos yang ada saya jadikan sebagai pengganti handuk. Setelah mandi masuk kamar untuk ganti baju, sisiran, semprot parfum, dan siap mencari nafkah. Baru mau keluar kamar, nggak sengaja kaki nendang gelas sisa kopi semalam, alhasil gelas pun tumbang dan sisa kopi berceceran di mana-mana aarrggh... ngik... ngik... ngik...

Setelah beresin kopi yang tumpah, dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim warnet pun saya buka. Masih sepi... sambil nunggu client yang datang, saya buat kopi... yah sapa tau dengan minum kopi nantinya bisa sedikit meredakan emosi di dada.
Alhamdulillah setelah meneguk sedikit kopi hangat dan menghisap rokok, pikiran bisa sedikit tenang, temperatur emosi pun mulai turun dengan cukup drastis, dan lagi-lagi Alhamdulillah beberapa anak [sekitar 4 anak cewek] SMA datang untuk nge-net. Rejeki nih hehehe...

Aktivitas saya lanjutkan dengan melihat-lihat halaman Facebook sambil sayup-sayup mendengarkan obrolan client [4 anak cewek SMA tadi]. "Eh... liat nih FB gue, ada yang ngomentarin", terdengar seorang anak sedang bicara kepada temannya dengan bahasa Indonesia ala Jakarta plus dengan logat madura. "Photo profil loe ganti dong say...", jawab temannya lagi [masih dengan logat maduranya]. Ngik... ngik... ngik... sambil menelan ludah, saya berpikir, mimpikah saya?? What the hell??!! Inikah potret anak muda Indonesia sekarang? kenapa mereka terlalu memaksakan diri untuk mengikuti gaya orang lain?? Kenapa tidak menjadi diri sendiri?? Malu kah mereka jika berbicara wajar selayaknya kepada orang tua mereka dengan bahasa daerah?? Malukah mereka dengan budaya mereka sendiri?? Ah... mungkin kah mereka begitu biar dibilang GAUL dan NGGAK KETINGGALAN JAMAN?? Tapi apakah harus seperti itu?? Pertanyaan hati yang datang bertubi-tubi hanya bisa saya jawab dengan garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal. Ngik... ngik... ngik...

Tidak lama berselang, datang seorang remaja tanggung [sepertinya anak kuliahan]. "Mas, mau nge-net, mau nggarap tugas nih", katanya. "Oh... iya silahkan", jawab saya. Sesaat kemudian, "Mas, ini headsetnya nggak bisa ya?", tanya remaja tanggung tadi. "Maaf Mas, yang itu memang rusak, belum sempat diganti", jawab saya. "Apa nggak bisa diganti dengan headset yang lain, Mas?", lanjut dia. "Maaf, nggak ada lagi Mas, komputer yang lain juga sedang di pake' tuh", jawab saya. "Masa' nggak ada headset nganggur lainnya, Mas?? Saya nggak bisa konsentrasi nih, kalo' nggak denger musik", katanya. Ngik... ngik... ngik... ngeyel banget nih orang yak. "Maaf, nggak ada Mas", jawab saya.
"Oh... ya sudah nggak apa-apa", kata dia sambil memutar lagu lewat handphone model Qwerty nya. Di sini aku masih sendiri..... Suara dengarkanlah aku... Sesaat kemudian lagu gaul pun mengalun dari handphone remaja tanggung tadi. Busyeeet...!! [serasa ingin memasukkan kepala ke dalam karung beras] T_T
Mana suaranya kenceng banget, melebihi suara dari speaker server ngik... ngik... ngik...

Alhamdulillah begitu menjelang maghrib usai sudah ujian kesabaran yang datang. Duh... Gusti Allah, nyuwun ngapuro...
Ngik... ngik... ngik...

share on facebook

Saturday, 12 June 2010

Liburan


Alhamdulillah tugas-tugas [nyaris] selesai semua. Untuk mengobati kesuntukan alias "Teng-teng" akibat menumpuknya tugas kemarin, hari ini saya putuskan untuk berangkat ke Jogja. Selain untuk menghadiri acara pernikahan saudara, beberapa hari di sana akan saya gunakan untuk refreshing hahahaha...
Saatnya liburan....!!

share on facebook