"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Thursday, 16 December 2010

Masih Hujan Abu

Sekilas info...
Sampai hari ini, kediaman saya masih dihujani abu kiriman dari gunung Bromo yang menunjukkan aktivitasnya sejak beberapa hari yang lalu. Sebenarnya jarak kediaman saya dengan gunung Bromo yang terletak di kabupaten Probolinggo cukup jauh. Tapi ya namanya juga abu kecil, otomatis dengan mudahnya terbawa angin hingga sampai ke kediaman saya di kabupaten Jember.

Hal serupa sebenarnya sudah terjadi sejak hari Selasa, 14
Desember 2010 yang lalu. Pada hari itu hujan abu terasa sedikit tebal, terutama saat malam hari. Keadaan ini diperparah dengan datangnya angin yang sangat kencang plus padamnya listrik. Suasana benar-benar horror dan terasa mencekam.

Angin yang berhembus mirip dengan suara deru mobil, sangat kencang sekali. Sampai-sampai pot-pot bunga yang ada di halaman saya pada ambruk. Malam itu orang laki-laki, termasuk saya umumnya berada di teras depan rumah, tidak tidur, guna siap siaga jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sekalian memantau fenomena alam yang begitu menakutkan. Gelap gulita... hanya bisa berdoa saja.

Semoga aktivitas gunung Bromo segera mereda, dan tidak disusul dengan aktivitas gunung-gunung yang lainnya. Amin.

share on facebook

Thursday, 9 December 2010

Babu Sitter

Babu Sitter??
Hahaha... itu hanya istilah saya saja, seharusnya yang benar adalah Baby Sitter. Lha kenapa kok dirubah?? Karena saya merasa yang saya jaga dan saya asuh bukan bayi lagi, tapi bocah 5 tahun hi..hi..hi. Lagian secara bahasa istilah Babu Sitter juga nggak salah kok. Babu, artinya pembantu, sedangkan Sitter artinya pengasuh. Bisa disimpulkan bahwa Babu Sitter berarti seseorang yang membantu untuk mengasuh anak. [Halah... pengertian yang memaksakan diri tertawa. Biarkanlah toh itu hanya istilah saya saja].

Jadi begini, sudah 2 hari ini saya menjadi Babu Sitter keponakan saya yang berumur 5 tahun lebih, tepatnya bocah TK kelas nol besar. Sudah dua hari keponakan saya tidak masuk sekolah karena terserang cacar air [wajah dan badannya ada bintik-bintik hitam kaya' macan tutul hi..hi..hi... PISS ah]. Tiap hari saya mesti bangun pagi untuk menjaga dan mengasuhnya, karena ayah dan mamanya bekerja mencari nafkah. Terkadang saat saya belum bangun dari nyenyaknya tidur kedua saya [habis Subuh biasanya saya molor lagi... berguling di lantai, don't try this at home, karena ini adalah kebiasaan yang tidak baik...!!], keponakan saya lah yang naik ke kamar atas dan membangunkan saya. Gedor-gedor pintu sambil berteriak keras, "Om... om, aku nggak ada temene. Bangun, ini wes siang", Ya Rabb... padahal mata rasanya masih ngantuk karena begadang semalam. Tapi apalah daya, sebagai om yang baik dan tidak sombong keren saya pun harus bangun dan melawan rasa kantuk yang saya derita.

Bangun tidur ku terus mandi... tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi ku pakai baju, dan membiarkan kondisi kamar tidurku apa adanya hi..hi..hi [bujangan mah bebas-bebas aja, ya nggak??]. Setelah siap beraktivitas, saya hampiri keponakan saya yang sedang menonton TV di ruang tengah. Saya langsung matikan TV dan mengajak keponakan saya ke warnet. Selain karena acara TV menurut saya nggak ada yang bagus [malah lebih tepat disebut sebagai racun yang tidak baik bagi mental], jika saya ajak keponakan ke warnet kan sekalian lebih mudah mengawasi dan menjaganya.

Bismillah... warnet saya buka, semoga rejeki hari ini lancar amin. Saya hidupkan komputer operator dan 1 komputer client buat keponakan saya. Saya buka halaman http://games.co.id yang banyak menyediakan game online untuk anak-anak. Saya pilihkan permainan anak-anak yang sesuai dengan usia keponakan saya dan kemudian membiarkannya bermain.
Saya kembali ke meja operator dengan harapan bisa melanjutkan istirahat, walau hanya duduk. Kegiatan online saya mulai. Kopi yang sudah saya buat saya sruput. Baru mau menyalakan rokok, terdengar teriakan, "Ooommeee... ini gimana, nggak iso aku...!!" Halah... terlihat keponakan saya sudah berdiri di kursi dan memasang wajah cemberut. Ya... dia kesulitan menyelesaikan permainannya, saya hampiri dia di meja client. Membantu menyelesaikan kesulitan yang dialaminya.
Vania, nangkring di atas kursi
[diphoto secara spontan]


Setelah kesulitannya saya atasi, saya kembali ke meja operator. Saya nyalakan rokok dan mulai browsing-browsing di internet. Baru beberapa kali rokok saya hisap, kembali terdengar teriakan, "Oomm, ini gimana??" Oh My God... sulitnya game dan rasa gatal akibat cacar mungkin menjadi penyebab rewelnya keponakan saya, yah... saya coba pahami itu. Saya ganti permainan dia, dengan harapan dia bisa menyelesaikannya dengan mudah dan nggak mengganggu saya lagi [oh... ternyata saya belum menjadi om yang cukup baik hi..hi..hi]. Ternyata oh ternyata, harapan nggak sesuai dengan kenyataan. Teriakan-teriakan, "Ooom... bla.. bla.. bla..", "Ommee... bla.. bla.. bla...", seringkali berkumandang, membuat saya mesti bolak-balik dari meja operator ke meja client. Ah... saya rasa gadis kecil ini memang mudah marah, mirip seperti kakak saya, yang notabene ayahnya dia berguling di lantai.

Saya belajar bahwa ternyata tidak mudah menjadi seorang Baby Sitter. Kesabaran, ketelatenan, dan kelembutan yang tinggi menjadi modal yang utama. Jika anda tidak memiliki kemampuan tersebut, jangan coba-coba untuk menjadi Baby Sitter, karena akan berakibat fatal terhadap bayi atau anak yang anda asuh dan berakibat fatal bagi anda sendiri. Banyak sudah kasus-kasus penganiayaan yang dilakukan Baby Sitter terhadap bayi yang mereka asuh, karena sang Baby Sitter tidak memiliki kesabaran, ketelatenan, dan kelembutan yang cukup, akibatnya jelas sangat fatal. Si bayi dan anak merasa teraniaya, kesakitan atau malah sampai meninggal dunia, sementara sang Baby Sitter bisa-bisa mendekam di hotel prodeo untuk waktu yang cukup lama. Fatal...!! Naudzubillahi mindzalik...!!

share on facebook

Wednesday, 8 December 2010

Ceritakanlah Padaku

Kategori : Fiksimini

"Sayang, ayo ceritakanlah padaku", rengek wanita itu.
"Untuk apa?? Aku pun tak tahu", jawab sang laki-laki.
"Ah... kau bohong...!! Seingatku kau adalah laki-laki yang tahu banyak tentang segala hal. Ayolah sayang, ceritakanlah padaku. Aku mohon ceritakan padaku tentang kematian", kembali wanita itu merengek dan memohon.
Tak tahan dengan rengekan sang wanita, laki-laki itu pun menjawab, "Baiklah, akan aku ceritakan padamu tentang kematian".
Laki-laki itu mulai berbicara tentang kematian. Dia berbicara dengan lembut, bagai seorang bapak yang sedang membacakan dongeng pengantar tidur bagi buah hatinya.
Tak terdengar lagi rengekan sang wanita.
Sepertinya dia telah tertidur pulas. Ya... dia telah tertidur. Untuk selamanya. [081210-22.29]

share on facebook

Monday, 6 December 2010

Lagi Sedih

Hari ini, pagi-pagi sekali aku terima sms dari nomormu. Isi dari sms mengabarkan kalau kau telah berpulang menghadap Illahi Rabbi. Inalillahi Wa Inna Illahi Rojiun. Aku tahu, pasti keluargamu yang telah mengirim pesan itu. Terkejut... itu pertama yang aku rasakan. Seingatku baru bulan kemarin aku bertemu kau wahai sahabat. 11 Nopember 2010 aku sowan ke rumahmu untuk yang kedua kalinya guna melihat kondisimu yang katanya sedang sakit. Hari itu kau terlihat begitu kurus. Kau ceritakan segala tentang sakitmu, tapi dari raut wajahmu tak tampak keluhan itu. Kau sampaikan dengan datar, sisanya kita bercanda seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Saat itu aku hanya bisa berdoa semoga sakitmu lekas sembuh dan segala upayamu untuk menghilangkan sakitmu itu bisa berjalan dengan sukses. Tapi, Minggu 05 Desember 2010 sekitar jam 20.30 WIB di Rumah Sakit PKU Jogja ternyata Tuhan berkehendak lain. Minggu 05 Desember 2010 sekitar jam 20.30 WIB di Rumah Sakit PKU Jogja, Tuhan mengakhiri perjalananmu di dunia. Tuhan memanggilmu untuk kembali ke sangkar abadi. Selamanya.

Kurang lebih 3 tahun aku kenal kau. Ya... mungkin aku termasuk orang baru dalam jajaran list sahabat-sahabatmu. Kita bertatap muka dan ngobrol secara langsung pun hanya 2 kali. Sisanya kita hanya ngobrol melalui dunia maya. Kita saling kenal melalui forum di SLANK.COM. Ya...ternyata kita sama-sama SLANKERS. Pada waktu itu kita sama-sama seorang member forum SLANK.COM yang aktif berforum ria dan aktif ngobrol di shoutbox SLANK.COM. Hingga akhirnya, keaktifan kita di forum itu menyeret kita untuk turut membantu mengembangkan website SLANK.COM tercinta. Kita menjadi staff websitenya SLANK...!! Haha. Aku menjadi forum moderator dan kau menjadi programmer forum. File job deskripsi dari Admin SLANK.COM itu masih aku simpan kawan. Kini kau telah tiada... tapi karyamu, sebuah site forum dari websitenya sebuah band besar masih tetap ada. Kini kau telah tiada... tak ada lagi celotehan "Rolasan", "Ayam Bakar Mbok Berek", atau "Wuuzz" muncul di shoutbox SLANK.COM. Tak ada lagi celotehan "Kangen Band" yang disusul kalimat ":Kaboooorr:" yang biasa kau tujukan padaku sebagai ejekan, muncul saat kita ngobrol di shoutbox, atau saat kita berbalas komentar di facebook. Aku memang baru mengenalmu. Tapi aku bisa simpulkan bahwa kau adalah sahabat yang baik dan menyenangkan. Irit dalam berbicara, joke yang cerdas, itu adalah ciri khasmu. Kau orang Jogja, keluargaku pun dari Jogja. Ya... kita sama-sama orang Jogja yang terkadang dalam chat di shoutbox ataupun komentar di forum sering menggunakan bahasa Jawa dan bahasa khas Jogja, yang terkadang membuat bingung rekan-rekan kita yang lain saat mengartikannya. Hahaha. Aku memang baru mengenalmu. Persahabatan kita lebih banyak diukir dalam dunia maya, tapi yang aku tahu persahabatan itu tidak mengenal batas dimensi. Entah itu di dunia nyata atau di dunia maya, yang namanya persahabatan akan tetap berarti dan kisah-kisahnya akan tetap selalu dikenang. You are gone but never forgotten.

Semoga segala amal ibadahmu di terima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Aku dan rekan-rekan SLANK.COM yang lain akan merindukanmu. Selamat jalan wahai sahabat... Selamat jalan idiotnesia...


"Saat-saat ini semua rasa yang terdalam akan ditumpahkan mengiring kepergianmu. Saat-saat ini walau dirimu tiada, namun semangatmu kan tetap terus terjaga".

share on facebook

Wednesday, 1 December 2010

AIDS


Hari ini tanggal 01 Desember, biasa diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Kenapa harus ada hari AIDS?? Kenapa AIDS harus diperingati?? Entahlah... mungkin ini untuk mengingatkan kita semua tentang bahaya AIDS yang diakibatkan oleh virus HIV, dimana akhir-akhir ini peredarannya semakin tak terkendali.

Seperti kita ketahui bersama bahwasannya salah satu penyebab AIDS adalah karena pergaulan bebas alias seks bebas alias free sex. Nah, pertumbuhan gejala free sex di kalangan pemuda dan pemudi saat ini tergolong tinggi, akibatnya angka penyakit AIDS pun ikut tinggi.

Dalam detikNews dikatakan bahwa
: Seks sebelum menikah telah dilakukan sejumlah remaja. Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pra nikah. "Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan," ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif usai memberikan sambutan acara Grand Final Kontes Rap dalam memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI monas, Minggu (28/11/2010).

Wuik... sereem...!! Masih nggak percaya kalau pergaulan bebas sudah 'lumrah' dilakukan oleh para remaja?? Tengok saja peredaran pilm porno amatir yang dilakukan oleh remaja belasan usia SMP dan SMA, banyaaak buangeet...!! Tidak heran jika pengidap AIDS banyak dari kalangan remaja.

Lalu sebahaya apa sih AIDS itu?? Banyak artikel yang membahas masalah ini di internet, sampeyan search sendiri aja. Yang jelas, AIDS bisa menyebabkan kematian. Belum lagi jika pengidap AIDS hamil, kemungkinan besar janin dalam kandungannya pun akan ikut tertular virus HIV. Kasian kan... bayi yang nggak tau apa-apa, lahir ke dunia mesti mengidap virus HIV.

Nah, maka dari itu dengan diperingatinya hari AIDS sedunia ini, mari kita instropeksi diri, pahami bahaya AIDS, stop free sex, hindari narkoba, dan perbanyaklah bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kita dan generasi muda lainnya bisa terhindar dari bahaya AIDS.

share on facebook