"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Sunday, 31 October 2010

Kreatif

Kategori : Fiksimini

Hari ini ulangan Matematika. Suasana kelas sangat hening. Pak Guru melolot sambil menelan ludah. Cindy menyingkap rok hingga kelihatan pahanya. Dengan tenang dia menyalin kunci jawaban. Kreatif. [311010-19:12]

share on facebook

Saturday, 30 October 2010

Bidadari

Kategori : Fiksimini

Hujan baru saja usai. Mentari kembali menampakkan wajahnya. Pelangipun menghiasi angkasa. Tujuh orang bidadari turun ke bumi. Melepaskan baju dan selendangnya. Mereka mandi di sungai yang tampak begitu jernih. Seorang Pemuda datang secara diam-diam. Dia mencuri selendang salah seorang bidadari. Dia sangat menginginkan seorang istri. [301010-15:31]

share on facebook

Friday, 29 October 2010

82 Tahun Sumpah Pemuda

Tidak banyak yang bisa saya ungkapkan dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini. Karena gegap gempita peringatan Sumpah Pemuda tahun 2010 ini diwarnai oleh berbagai berita bencana yang membuat pilu Indonesia.

Melalui sisa semangat yang ada, saya hanya bisa berharap semoga Pemuda-Pemudi Indonesia lebih bisa memahami arti dari Sumpah Pemuda yang diikrarkan 82 tahun yang lalu melalui perjuangan yang berat, yang bertujuan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta semangat cinta tanah air.

Semoga Pemudi-Pemudi Indonesia bisa menjadi sosok yang bisa diandalkan oleh bangsa Indonesia, bisa menjadi sosok yang cinta damai dan menghargai segala perbedaan dengan bijaksana, bukan menjadi sosok yang kerjaannya cuma tawuran. Semoga Pemuda-Pemudi Indonesia bisa menjadi sosok anak bangsa yang mampu berkarya secara positif dan benar, hingga bisa meningkatkan martabat bangsa di mata dunia Internasional, bukan menjadi sosok mesum yang banyak berkarya menghasilkan video porno amatir. Semoga Pemuda-Pemudi Indonesia bisa menjadi sosok yang bijaksana dalam menghadapi era globalisasi dengan tetap menunjukkan identitas bangsa dan menjadi diri sendiri, bukan menjadi sosok buta yang terjebak dalam arus globalisasi dan menelan mentah-mentah budaya barat serta bersikap konsumtif. Bangun dan bangkitlah wahai Putra-Putri Indonesia... Tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu.

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda [28 Oktober 2010], hampir seluruh Slankers dalam jejaring sosial Facebook, termasuk saya, menggunakan photo profil yang seragam, yaitu logo Slank yang tampak menangis dengan bertuliskan 'Solidaritas Indonesia'. Gambar ini sebagai simbol solidaritas anak-anak Slankers atas bencana yang menimpa Indonesia. Bersama Kita Menangis...
[Sumber Gambar : KJ-Webadmin Slankdotcom]

share on facebook

Konser Spiritual

Wah postingan ini seharusnya saya posting tanggal 27 Oktober kemarin, tapi karena terlalu malam dan sudah capek akhirnya saya rencanakan memposting tanggal 28 Oktober. Eh... ndilalah tanggal 28 Oktober ada hujan angin dan petir, alhasil lampu pun padam seharian. Akhirnya kesempatan untuk memposting jatuh pada hari ini. Biar pun telat nggak apa-apa, dari pada tidak sama sekali hehehe...

Jadi begini, pada tanggal 27 Oktober 2010 ada sebuah konser religi yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember. Dan anda tahu siapa pengisi acara konser tersebut?? Jreng... jreng... Iwan Fals dan Group Musik Religi Ki Ageng Ganjur pimpinan Dr. Al Zastrouw Ngatawi dari Yogyakarta...!! Muanteb puol...!! Karena saya adalah salah satu fans berat mereka.

Konser ini bertajuk "Perjalanan Spiritual Iwan Fals Bersama Ki Ageng Ganjur", yang merupakan rangkaian konser religi Iwan Fals di 100 kota di Indonesia. Konser ini biasanya dilaksanakan di Pondok Pesantren dengan maksud agar bisa memaksimalkan tujuan dari konser itu sendiri. Lalu apa sebenarnya tujuan konser tersebut?? Tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai salah satu media untuk berdakwah dan mengajak masyarakat untuk mengaji dan mengingat Allah melalui seni pertunjukan musikal. Acara yang disponsori oleh rokok Djarum tersebut terbuka untuk umum secara gratis...!! [Sumber Photo : Dokumentasi Pribadi dari Hape Murah Meriah]

Iwan Fals, siapa coba yang tidak kenal sosok Legenda Musik yang satu ini?? Semua orang pasti mengenalnya, baik dari lagu-lagunya yang banyak berisi kritik sosial maupun dari sosok pribadi idealisnya yang sederhana dan kharismatik.
[Sumber Photo : Surya Online]

Begitu pun dengan Dr. Al Zastrouw Ngatawi, siapa yang tidak kenal dengan beliau?? Beliau merupakan pimpinan dari Group Musik Religi Ki Ageng Ganjur asal Yogyakarta. Dahulu beliau kalau nggak salah sempat menjadi ajudan pribadi (Alm.) Gus Dur. Ki Ageng Ganjur sendiri adalah sebuah group musik yang mengusung lagu-lagu religi yang sebagian besar dimainkan oleh santriwan-santriwati asuhan Dr. Al Zastrouw Ngatawi. Uniknya group ini memainkan kolaborasi alat musik modern dan tradisional. Selain memainkan alat musik modern standart (gitar, bass, keyboard, dan drum), group ini juga menambahkan alat musik tradisional Jawa dan Timur Tengah, yaitu seperangkat gamelan dan rebana. Hampir sama dengan Gorup Musik Religi Kyai Kanjeng asuhan 'Kyai Mbeling' Cak Nun, yang sama-sama juga berasal dari Yogyakarta. [Sumber Photo : Website Iwan Fals]

Kurang lebih jam 7 malam acara yang digelar di halaman luas Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember tersebut dimulai. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh santri Ponpes Al-Qodiri Jember, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yang salah satunya disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Al-Qodiri Jember Kyai Haji Ahmad Muzakki Syah. yang konon merupakan salah satu Guru Spiritual dari Presiden SBY. Pada kesempatan tersebut Kyai Haji Ahmad Muzakki Syah mengajak masyarakat [utamanya yang hadir pada acara tersebut] untuk selalu mengingat Allah dan meningkatkan ibadah, karena jaman memang sudah morat-marit ndak karu-karuan. Tidak lupa, beliau juga mengajak penonton untuk berdo'a bersama mengirim surah Al-Fatihah yang ditujukan kepada seluruh korban bencana yang akhir-akhir ini terjadi di Nusantara. Sebelum mengakhiri sambutannya, beliau juga berpesan agar penonton tetap menjaga keamanan dan ketertiban, dan mendo'akan semoga penonton nantinya bisa memetik hikmah dari acara konser ini. Oiya, beliau juga mendo'akan moga-moga penonton yang masih lajang, bisa dapat jodoh di konser nanti hahaha... Pernyataan tersebut segera di amini dengan suara keras oleh penonton, termasuk saya hahaha...

Setelah itu, pertunjukkan musik pun dimulai. Diawali dengan penampilan dari Ki Ageng Ganjur yang dibuka dengan sebuah instrumen yang sangat ciamik sekali. Perpaduan antara musik modern, gamelan jawa, dan tabuhan rebana sangat harmonis sekali. Sebuah instrumentalia yang sangat indah, menurut saya. Dari genre pop, rock, hingga jazz dimainkan sangat bersih sekali. Selanjutnya Ki Ageng Ganjur membawakan beberapa komposisi-komposisi lagu religi dengan aransemen yang sangat memukau. Ciamik puol...!!

Tidak lama kemudian, muncullah Iwan Fals dan Dr. Zastrouw Ngatawi. Pada kesempatan tersebut Dr. Zastrouw Ngatawi mengatakan bahwa selain konser musik, acara ini nantinya juga akan mengkaji tentang seluk-beluk kehidupan. Tepatnya, setelah Iwan Fals menyanyikan lagu, lagu tersebut akan dikaji secara bersama-sama sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits, sehingga nantinya penonton bisa mengambil hikmah yang tersirat dari lagu tersebut.
Konser Iwan Fals diawali dengan lagu 'Do'a Pengobral Dosa'. Para penonton, termasuk saya sangat menikmati suasana konser tersebut. Kemudian berturut-turut Iwan Fals menyanyikan 'Kota', 'Tanam Siram Tanam', 'Sarjana Muda', 'Dendam Damai', dan diakhiri dengan lagu fenomenal dari Swami yang berjudul 'Bento'. Penampilan Iwan Fals malam itu secara musikal seluruhnya didampingi oleh iringan dari Ki Ageng Ganjur.

Seperti biasanya, setiap lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals pasti bisa menggugah emosi penonton. Melalui cara bernyanyi yang bebas, beliau selalu mampu menghipnotis penonton. Masih sama seperti dulu, walau saya rasa tidak 'seliar' dulu lagi, Iwan Fals masih berjoget-joget atau nandak lebih tepatnya disela-sela lagunya, sebagai ekspresi kebebasan dalam bermusik. Saya pikir, inilah sosok seniman sejati hahaha... Sayang sungguh sayang, saya tidak bisa mengabadikan moment tersebut, jarak yang cukup jauh dari panggung, pencahayaan yang kurang, kamera hape murah yang kurang memadai [sebenarnya ini alasan yang paling utama haha...] tidak bisa menghasilkan suatu dokumentasi dari moment tersebut. Jam 22.30 WIB acarapun selesai. Puas...!! hanya itu kata yang bisa ucapkan. Benar-benar tidak rugi menghadiri konser religi tersebut. Semoga nanti ada lagi rangkaian konser seperti ini. Amin.

share on facebook

Wednesday, 27 October 2010

Kembali Berduka

Mendung kembali menggelayut di langit Bumi Pertiwi. Tangisan seakan pecah dari segenap penjuru Nusantara. Bencana demi bencana terus berdatangan seakan tak mau berhenti. Mungkin ini adalah suatu pertanda dari akhir jaman atau mungkin ini suatu bentuk kemurkaan alam akan keserakahan manusia. Bisa jadi juga bencana ini adalah suatu bentuk adzab dari Tuhan karena telah bosan melihat tingkah laku sang khalifah bumi yang semakin hari semakin congkak dan lalim.

Dalam kurun waktu kurang lebih 1 bulan ini, Ibu Pertiwi seakan menangis pilu, menangis sejadi-jadinya. Oktober 2010 yang kelam.

Banjir
Banjir seakan sulit lepas dari sisi kehidupan masyarakat di Bumi Nusantara ini. Mulai dari ujung barat hingga ujung timur Nusantara, setiap datangnya musim penghujan hampir bisa dipastikan akan terjadi banjir. Hingga mencapai puncak suatu bencana besar, yaitu banjir bandang yang menimpa saudara-saudara kita di Wasior, Papua Barat. Sungai-sungai yang sekarang banyak dihiasi sampah dan limbah seakan berontak ingin menunjukkan kekuatannya kepada manusia. Ratusan nyawa pun melayang. [Sumber Photo : Tempointeraktif]


Gempa dan Tsunami
Belum berhenti suara tangisan akibat banjir bandang, tangisan di tempat lain pun pecah. Gempa 7,2 SR mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Guncangan gempa pun menimbulkan gelombang Tsunami hingga menyebabkan ratusan orang tewas dan hilang. Seluruh Nusantara tersentak. Seluruh Nusantara kembali berduka. [Sumber Photo : MediaIndonesia]


Gunung Meletus
Belum selesai pencarian korban bencana banjir dan Tsunami, muncullah bencana baru. Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi saksi kedahsyatan Gunung Merapi. Gunung api yang sangat aktif tersebut memuntahkan isinya. Walau evakuasi masyarakat sudah berlangsung sebelum terjadinya letusan gunung, toh bencana ini masih saja menelan korban, utamanya mereka yang masih bertahan di lereng Merapi, termasuk Sang Juru Kunci, Mbah Maridjan yang ditemukan meninggal dalam posisi sujud di dalam rumahnya akibat terjangan 'Wedus Gembel' alias awan panas Gunung Merapi yang panasnya mencapai 600 derajat Celsius. [Sumber Photo : Vivanews]

Mas Penewu Surakso Hargo atau yang biasa disapa Mbah Maridjan adalah seorang Juru Kunci Gunung Merapi yang mendapat mandat dari Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Mbah Maridjan mendapat tugas menjaga Gunung Merapi serta memperingatkan masyarakat sekitar lereng gunung untuk mengungsi jikalau ada aktivitas dari Gunung Merapi yang sekiranya membahayakan masyarakat sekitar.
Lalu mengapa Mbah Maridjan, masih tetap bertahan di kediamannya?? Padahal peringatan akan bahaya dari Gunung Merapi sudah tersebar luas.
Saya sendiri juga kurang mengerti apa alasan beliau, hanya menurut pendapat saya pribadi, yang namanya Juru Kunci itu otomatis akan mengunci pintu saat semua orang yang ada di dalam rumah sudah keluar. Beliau hanya akan turun gunung, jika semua masyarakat sudah mengungsi. Selama masih ada masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung, beliau pun akan tetap bertahan, mengawasi aktivitas Gunung Merapi serta memperingatkan masyarakat sekitar untuk segera mengungsi.
Satu pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari sosok Mbah Maridjan. Beliau benar-benar menepati janjinya kepada Sang Raja untuk tetap menjaga dan mendedikasikan hidupnya untuk Gunung Merapi hingga akhir hayatnya. Selamat jalan Mbah... [Sumber Photo : Kapanlagi]


"Sungai meluap, bumi bergoyang, air laut tumpah ke daratan, dan gunung pun meletus. Ya Allah Ya Tuhan kami, mohon ampun atas segala salah dan dosa, berilah kami kesabaran untuk menjalani warna-warni kehidupan ini. Tak ada yang mampu menolong kecuali Engkau Ya Allah"

share on facebook