"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Wednesday, 7 July 2010

Memancing



Memancing ikan... Ya hari ini aku bersama dua sahabatku, Kaka Sang Pujangga dan Saboy Si Pelaut [nama dan julukan yang aneh T_T] memanfaatkan hari libur lokal [sebagai informasi, hari ini adalah hari libur karena ada kegiatan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jember] untuk melakukan aktivitas memancing ikan di sungai. Seperti kegiatan memancing sebelumnya, hari ini kami kembali memancing di sungai Paleran Umbulsari Jember. Sungainya tidak terlalu besar, warnanya agak kecoklatan dengan berbagai macam guguran daun dan kayu mengambang sebagai hiasan, arusnya tidak terlalu deras, di sepanjang sungai berjajar pohon Bambu yang selain menambah kesejukan suasana juga sebagai tempat berteduh para pemancing ikan dari teriknya matahari.

Sebelum berangkat, kami persiapkan terlebih dahulu 'peralatan tempur' kami. Tiga buah set pancing ikan, cacing sebagai umpan ikan [kami cari di antara pohon pisang yang sudah mati dan membusuk], camilan seadanya, sebotol air putih, dan sebungkus rokok. OK...!! peralatan sudah lengkap dan saatnya berangkat...

Sepanjang perjalanan menuju sungai dalam hati aku bergumam, "Wah... kaya'nya hari ini bakal dapat ikan banyak nih, cuaca bagus, arus sungai juga nggak terlalu deras... semoga...!!". Sesampainya di sungai ternyata sudah banyak orang-orang yang memancing [malah ada yang bawa jala ikan segala T_T], tengak-tengok lokasi, pilah-pilih tempat, akhirnya kami putuskan memancing di dekat rimbunan pohon Bambu [lumayan sekalian ngadem]. Singkat kata singkat cerita aktivitas memancing pun dimulai, diselai dengan ngobrol, bercanda, merokok, makan camilan dan hasil pun kita dapat, sudah ada beberapa ikan yang terpancing. Setelah lama menunggu dan ternyata nggak ada ikan yang nyangkut, akhirnya kami putuskan pindah tempat [dengan harapan dapat ikan lagi]. Pindah tempat dapat juga ikannya, tapi begitu terasa lama nggak ada ikan nyangkut, kembali kami berpindah tempat. Beberapa ikan kami dapatkan, dan berhubung telah sore menjelang akhirnya kami putuskan untuk menyudahi kegiatan memancing kami. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belas... Alhamdulillah ada delapan ikan yang berhasil kami tangkap hahahaha...

Sreeett... sampai juga di rumah Kaka Sang Pujangga, dan kegiatan selanjutnya adalah memasak...!! Sreet... sreet... sreet... srong... srong... srong... prak... dung... des...!! [anggap aja sebagai suara kegiatan memasak kami hahaha...], dan akhirnya taaarraaa..... nasi, sepiring ikan goreng, sepiring rebusan daun singkong dan pepaya [bahasa Jawa : Kulupan], sebungkus kerupuk, dan semangkuk sambal sudah tersedia di depan mata. Weett... serbuuu... dalam beberapa menit saja makanan tersebut sudah habis kami santap bersama-sama. Hanya saja ada sedikit permasalahan saat kami makan, ya ternyata sambal buatan Saboy Si Pelaut rasanya benar-benar asin [shit... sepertinya Saboy Si Pelaut sudah ngebet nikah T_T] hahaha... Alhamdulillah Subahanallah... rasanya sangat luar biasa bisa menikmati sesuatu dari hasil kerja keras sendiri.

Yah... itulah sekelumit cerita yang bisa kubagi tentang pengalaman hari ini, pengalaman kami memancing ikan. Membicarakan soal memancing, bagi sebagian orang mungkin kurang menarik, sebagian orang menilai bahwa memancing adalah kegiatan yang membosankan dan membuang-buang waktu, tapi tidak bagi kami dan orang-orang lain yang [tentunya] gemar memancing. Bagi kami memancing adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Lalu apa manfaatnya?? Antara lain sebagai berikut :
  • Sebagai sarana refreshing yang murah meriah. Ya... modal untuk memancing tidaklah besar, sangat beda jauh dengan kegiatan shopping, nonton, atau rekreasi di tempat hiburan.
  • Melatih kesabaran. Memancing bisa kita jadikan sebagai sarana untuk melatih kesabaran, karena memancing adalah kegiatan menunggu ikan nyangkut di kail, dan ini memerlukan waktu yang cukup lama.
  • Hidup akan terasa lebih hidup. Tahukan anda bahwa berada di alam terbuka membuat orang merasa lebih hidup. Alam adalah bahan bakar bagi jiwa," ujar Richard Ryan, penulis utama penelitian ini. "Sering ketika kita merasa lesu, kita meraih secangkir kopi, tetapi penelitian menunjukkan cara yang lebih baik untuk mendapatkan energi adalah berhubungan dengan alam," kata profesor psikologi di Universitas Rochester Amerika Serikat ini. Temuan ini, kata Ryan, sangat penting untuk kesehatan, baik mental maupun fisik. [sumber]
Yuuk... kalo' ada waktu longgar kapan-kapan kita mancing lagi...!!

share on facebook

0 Komentar:

Post a Comment