"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Tuesday, 3 August 2010

Kacau

Puluhan pelajar dari 4 sekolahan terlibat tawuran di jalan. Edan...!! Ada yang bilang karena tradisi tiap memasuki ajaran baru. Tradisi edan kok ya dilestarikan. Apa iya di sekolahan di ajari tawuran? Apa iya sekolahan mencetak lulusannya jadi preman? Apa iya kalo' tawuran terus bisa dikatakan gentle? Itu bukan gentle, tapi guoblok...!! Apa enaknya tawuran coba? Mau jadi apa bangsa ini kalo' para pemudanya memiliki mental guoblok seperti itu, memiliki mental yang gampang di adu domba. Ini jaman sudah maju, tidak semua permasalahan selesai dengan adu jotos, ini bukan jaman batu yang selalu mengandalkan otot untuk berjuang hidup. Kacau... kacau mental para pemuda bangsaku ini.

Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi dengan menghadang jalan, dan melarang pengguna jalan melintasi ban terbakar yang digunakan sebagai tanda penghadang. Bahkan ada pengguna jalan yang nekat melintasi batas penghadang, akhirnya mendapat bonus pukulan bertubi-tubi di kepalanya. Sinting...!! Berbagai macam orasi dilontarkan sampai mulutnya berbusa dan ludahnya muncrat kemana-kemana. "Tegakkan demokrasi... tegakkan demokrasi...!! Ini hak asasi...!!".
Demokrasi gundulmu, hak asasi dengkulmu...!! Apa iya yang dikatakan demokrasi dan hak asasi berarti boleh melanggar hak asasi orang lain? Jalan itu bukan jalan hasil karya mbahmu. Jalan itu jalan umum, jalan milik bersama. Jangan mengatas namakan demokrasi kalo' masih anarki, jangan mengatas namakan hak asasi, kalo' ternyata kalian masih melanggar hak orang lain. Apa di otak-otak sampeyan terpikir bagaimana bingungnya mereka yang tidak bisa lewat? Sopir angkot nggak bisa jalan dan nggak bisa mencari nafkah, apa iya sampeyan-sampeyan mau ngasih nafkah kepada anak istrinya? Para pekerja, anak-anak sekolahan yang lapar dan nggak bisa pulang, apa iya sampeyan-sampeyan mau ngasih makan pada mereka? Mikir itu pake' otak bung, bukan pake' dengkul. Kacau... kacau generasi penerus bangsaku ini.

Banyak oknum pejabat yang mengantuk dan tertidur saat mengikuti rapat. Gendeng...!! Gaji, rumah dinas, mobil dinas, dan hak-hak yang lain sudah diberikan, lha kok kewajibannya malah ditinggalkan. Uenak tenan...!!. Elingo... kalian dipilih dan digaji bukan untuk tidur Om. Kalian dipilih untuk melayani kami, kalian dipilih untuk menjadi wakil kami yang seharusnya nasib dan keadaannya kalian pikirkan. Kami itu siapa? Kami adalah rakyat, kami ini bendoro kalian yang harus kalian utamakan kepentingannya. Kalian duduk rapat bukan untuk memikirkan dan mengurusi kepentingan pribadi atau golongan kalian saja, kami... kami... kami... yang mesti kalian pikirkan. Kacau... kacau kinerja wakilku sekarang.

Kacau... kacau... semuanya menjadi kacau. Di mana-mana kacau. Tulisanku pun menjadi kacau, karena aku sekarang sedang kacau. Otak dan pikiranku kacau, melihat dan memikirkan kanan kiri, atas bawah yang semakin kacau.


"Jaman wis akhir jaman wis akhir bumine goyang. Akale jungkir akale jungkir negarane goncang"

share on facebook

2 Komentar:

Takuya said...

yoosh! orang tawuran tu mentalnya tempe, beraninya keroyokan.. apa-apaan itu.. heuh...

Wisnu said...

wuik..ternyata masih ada pemudi Indonesia yg kaya' non Takuya.. salut lah
mari bersama-sama perbaiki kondisi mental generasi muda [hehe..sok banget yak]

Post a Comment