"Berkhayal lah seluas biru langit, berpikir lah sedalam biru laut, horizontal sama rata sama rasa. Buka jendelamu lalu pandanglah, buka pintumu ayo keluarlah, bebas lepas lepaskan kebebasan. Jangan takut keluarlah, hadapi dunia dengan menari" [Slank Dance].

Tuesday, 19 April 2011

Murah-Murahan

Sebelumnya mohon maaf jika isi postingan saya kali ini terkesan menjelek-jelekkan suatu produk. Tapi jujur dari hati yang paling dalam, isi postingan saya ini bukan bermaksud untuk menyudutkan atau menjelekkan satu pihak. Ini cuma ungkapan suara hati saya, dan kok ya kebetulan banyak juga teman-teman saya yang merasakan nasib serupa dengan saya. Jikalau postingan saya memang bernada menjelek-jelekkan suatu produk, hal itu semata-mata agar produk yang saya maksud bisa memperbaiki kualitasnya. senang

Baiklah dengan diawali kata Bismillah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Motherboard Amptron. Ada apa dengan Amptron??
Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada produsen Amptron, saya katakan bahwa Motherboard Amptron kualitasnya jelek, kurang handal, dan cepat rusak [kalimatnya terlalu kejam kah??] tersenyum lebar. Saya dan beberapa teman saya merasakan hal tersebut. Motherboard Amptron yang kami punyai rata-rata tidak berumur panjang.
Amptron yang saya miliki adalah Amptron tipe 945LM4. Sedikit aneh memang kalo melihat Motherboard ini, anehnya menurut saya Amptron ini masih memakai socket processor 478, tapi sudah support DDR2, trus slot VGA juga udah PCI-Ex., terus pin powernya juga udah 24, pokoknya spesifikasi yang ada itu mestinya sudah mendukung socket processor LGA 775.

Terus kenapa saya masih mau beli Amptron dengan segala keanehannya??
Ya... karena masalah dana sih hi..hi..hi. Amptron ini harganya murah meriah, barunya hanya dibandrol dengan harga sekitar Rp. 300 ribuan, dan untuk kali ini saya setuju dengan hukum pasar, bahwa harga murah kualitas yang diberikan tentunya rendah [walau nggak semua seperti itu sih, buktinya sandal jepit saya yang harganya murah, masih tetap bertahan meski sudah digunakan bertahun-tahun... Loh, kok malah bahas sandal jepit sih waduh!]. Back to topic.
Di awal penggunaan sudah saya rasakan ketidakberesan Amptron ini. Masa' saat install audio dan LAN aja nggak bisa, padahal saya sudah menggunakan driver bawaan Amptron [mana drivernya nggak autorun seperti driver pada umumnya]. Kemudian saya coba cari aja drivernya di internet, mungkin di websitenya Amptron ada. Jreeeng...!! ternyata Amptron nggak punya website resmi...!! Entah siapa produsen atau vendor Motherboard yang satu ini ketakutan. Akhirnya ya sudah lah, untuk audio dan LAN, saya pasang peripheral tambahan [soundcard dan LAN card], yang penting bisa berjalan.

Seiring dengan berjalannya waktu, DDR2 [512 MB] di Motherboard Amptron yang saya punya pun tewas, kemudian saya beli DDR2 baru dengan kapasitas 1 GB, pas saya pasang ke Amptron ternyata nggak bisa [bunyi 'beep' terus-terusan], saya pikir mungkin pemasangannya kurang tepat [karena nggak mungkin kalau rusak, kan saya beli DDR2 nya baru], saya betulkan lagi letak DDR2 nya, tapi ternyata tetap saja bunyi dan komputer tidak mau nyala.
Saya coba DDR2 yang baru saja saya beli ke komputer saya yang lain, tidak ada masalah tuh...!! Kemudian saya coba cari pinjaman DDR2 512 MB punya teman saya. Saya pasang ke Amptron lha kok ndilalah bisa hidup. Piye tho iki, padahal di buku manual Amptron tertulis kalau DDR2 support sampai 2 GB. Akhirnya, demi menghidupkan Amptron, saya tukar tambah DDR2 1 GB milik saya dengan DDR2 512 MB milik teman saya.

Beberapa bulan kemudian, Amptron kembali bermasalah. Sering setelah komputer digunakan kemudian mati sendiri, entah kenapa. Saya coba buka heatsink processornya dan mengoleskan thermal paste [saya pikir mungkin processornya terlalu panas]. Saya coba hidupkan komputer, pada awalnya nggak ada masalah, tapi beberapa menit kemudian mati lagi waduh!. Besoknya saya ganti dengan power supply baru [mungkin power supply nya sudah soak hingga daya listriknya nggak kuat], sama seperti kasus sebelumnya... hidup tidak lama kemudian mati.
Saya lepas Amptron dari cassing CPU, saya lepas peripheral yang melekat pada Amptron [hardisk, memori, soundcard, LAN card], saya bersihkan seluruh bagian Amptron. Setelah itu coba saya hidupkan lagi [motherboard, memori, plus powers supply], yihaa... bisa masuk BIOS tapi hanya sebentar, dan kemudian mati lagi hiks. Saya lepas jumper CMOS dan saya pasang lagi, saya ganti baterai CMOS, saya coba hidupkan, hasilnya sama, hidup beberapa saat kemudian mati. Bahkan kemudian nggak hidup sama sekali, sampai saya ganti processor segala tetap hasilnya nihil putus asa. Karena sudah capek [lahir dan bathin], akhirnya dengan menarik napas panjang sembari mengucap kalimat Inalillahi wa inna illahi ro'jiun, saya katakan bahwa Amptron yang sudah menemani saya kurang lebih 1,5 tahun lamanya, TEWAS...!!

Beberapa minggu setelah tewasnya Amptron saya, datanglah seorang Bapak setengah baya sambil membawa CPU. Dia bilang, "Dik, tolong ini nggak tau kenapa kok komputernya nggak mau hidup". Saya jawab, "Sebentar ya Pak, coba saya cek dulu".
Saya buka cassing CPU dan melongok ke dalamnya. Oh shit...!! saya dapati sebuah motherboard ber-merk AMPTRON...!! ketakutan. Setelah saya cek sana sini, kesimpulan sementara yang saya dapatkan Motherboard Amptron milik Bapak tadi juga tewas. Akan tetapi, guna lebih meyakinkan pendapat saya, besoknya saya kirim Motherboard tersebut ke toko komputer milik teman saya, dan minta di cek-kan. Hasilnya ternyata sama, teman saya menyimpulkan bahwa Amptron milik client saya tewas. Yah... kesimpulan akhir dari 2 orang memutuskan bahwa Amptron milik Bapak tadi yang konon katanya berusia 8 bulan adalah TEWAS...!!
Photo. Amptron milik saya dan client saya

Dari beberapa cerita dan beberapa kasus yang saya hadapi sendiri, dapat saya simpulkan [ini kesimpulan pribadi saya lho], bahwa Motherboard Amptron adalah Motherboard yang memiliki kualitas rendah, harganya murah dan kualitasnya pun murahan. Saya sarankan kepada pembaca sekalian, lebih baik membeli Motherboard yang terpercaya walau dengan harga yang agak mahal [artinya Motherboard tersebut memiliki merk yang lumayan terkenal dan tentunya memiliki website resmi, seperti Biostar, ECS, Ascrock, Asus, dan lain sebagainya]. Jika memang anda para pembaca terlanjur membeli Amptron, saya cuma menyarankan agar persiapkan mental sedini mungkin dan tetap tabah serta sabar akan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa datang kapan saja, seperti yang saya alami di atas. tersenyum lebar

share on facebook

4 Komentar:

Anonymous said...

dah da solusi buat board amptron yg ko

Anonymous said...

dah da solusi buat board amptron yg ko

Anonymous said...

anjing amptron mana solusinya cookkkk

Anonymous said...

Amptron emang mobo butut..

Post a Comment